banner 728x90

Komisi III Ingatkan DPUTR Jangan Ada Proyek yang Terbengkalai

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, mengingatkan DPUTR setempat agar jangan sampai ada kegiatan fisik atau proyek yang terbengkalai di tahun 2022.

Mengingat, ada beberapa kegiatan fisik yang memakan APBD Kabupaten Cirebon cukup besar, siap dilakukan pelaksanaannya. Seperti pembangunan lanjutan menara Masjid Agung Sumber dan TPAS Kubangdeleg.

“Ada beberapa proyek besar berdasarkan hasil rapat dengan DPUTR. Kami ingatkan jangan sampai ada kegiatan fisik yang terbengkalai seperti yang terlihat di depan kantor DPRD dan bupati, yakni Taman Pataraksa,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana.

Setidaknya, lanjut dia, pembangunan lanjutan Menara Masjid Agung Sumber bisa ada hasilnya di tahun ini. Meskipun akan ada pembangunan tahap dua. Kaitan rencana pembangunan litf, di menara ini, kata Anton, itu masih rencana.

“Belum fix. Kalaupun sampai dibangun, tidak mungkin berada di dalam bangunan menara. Sebab, struktur betonnya tidak kuat. Solusinya kata DPUTR, dibangun di luar menara. Intinya soal litf itu baru rencana. Yang penting adalah menuntaskan pembangunan menara dulu,” katanya.

Sementara itu, Kabid Bangunan Gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon, Akhmad Rizal menjelaskan, kegiatan fisik Menara Masjid Agung Sumber segera dilakukan. Slot anggarannya Rp 3 miliar. Pemenang tender di laman lpse.cirebonkab.co.id pun sudah muncul.

Namun, dari anggaran tersebut belum cukup merevitalisasi menara dengan sempurna hingga finish. Sebab, jika harus menuntaskan pembangunan menara ini, masih membutuhkan anggaran Rp 5 miliar lagi. “Setelah melalui proses panjang, menara Masjid Agung Sumber yang bertahun-tahun mangkrak itu segera di revitalisasi tahun ini,” kata Rizal.

Meski revitalisasi baru akan dimulai, kata dia, kekuatan konstruksi Menara Masjid Agung dinilai masih layak. Sesuai dengan pemeriksaan pihak konsultan yang melakukan kajian teknis terkait kekuatan gedung menara tersebut.

“Anggaran Rp 3 miliar itu diperuntukkan perbaikan eksterior saja. Kalau interiornya beda lagi. Itu di tahun depan. Nilainya Rp 5 miliar,” kata Rizal.

Ia melanjutkan, menara masjid itu rencananya akan dibangun litf. Tapi tidak di dalam gedung menara. Melainkan di luarnya yang berdampingan dengan menara. Sebab, konstruksi di dalam bangunannya tidak kuat jika ditopang litf.

“Itu rencananya (dibangun lift, red). Karena menara masjid tersebut 15 lantai. Tinggi. Lift juga rencana hanya sampai di lantai tujuh. Sebab, itu merupakan batas kantor. Untuk berikutnya sampai ke 15 lantai bisa ditempuh naik tangga,” ungkapnya.

Memang, kata Rizal, pihaknya juga belum tahu seperti apa konsepnya nanti ketika litf berada di luar bangunan gedung. Tetapi, pihaknya akan konsultasikan seperti apa konsep arsitekturnya agar lift yang berada di luar gedung itu mempunyai estetika.

Ia berharap, di APBD perubahan 2022 dianggarkan Rp 100 juta untuk review design menara. Setelah itu, ketika perencanaan sudah matang. Dan di 2023 dialokasikan Rp 5 miliar. Sehingga, tahun depan lanjutan finishing pembangunan itu bisa digelar.

“Rp 5 miliar. Dimana alokasinya, untuk menyelesaikan interior, yakni tangga dari lantai bawah sampai atas dan bagian lainnya seperti WC pada setiap ruangan. Disamping itu, juga digunakan untuk pembuatan taman di depan Menara Masjid Agung Sumber tersebut,” ungkap Rizal.

Sumber : Kabar Cirebon

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.