banner 728x90

Komisi II Soroti Penyerapan Anggaran DKPP

Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon menyoroti penyerapan anggaran yang sudah dialokasikan di tahun anggaran 2021 kemarin pada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Pandi mempertanyakan, alasan tidak maksimalnya penyerapan anggaran DKPP pada tahun 2021. Padahal, saat itu sedang berada di masa resesi. Penyerapan anggaran harusnya dimaksimalkan. “Untuk menunjang ketahanan pangan. Kenapa ini, tidak diserap. Anggarannya sudah ada,” kata Pandi, kemarin.

Padahal, ketika semangat dan komitmen DKPP untuk memenuhi ketahanan pangan daerah, harusnya anggaran yang ada, bisa dimaksimalkan penyerapannya. Bukan diabaikan, sehingga menumpuk menjadi Silpa.

Sekdis Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, Edi Subandi menjelaskan terkait minimnya serapan anggaran mengingat ada kondisi yang tidak memungkinkan. Pasalnya, saat itu, keberadaan DKPP baru dimerger dengan dinas kelautan. “Makanya, pengadaan gabah tidak dilaksanakan. Pun juga dengan pelaksanaan pengadaan benih ikan,” katanya.

DKPP memang memiliki balai benih ikan. Lokasinya ada di Dukupuntang. Hingga kini, masih terus berjalan. Banyak yang sudah merasakan kehadiran balai benih ikan itu. Selain balai benih, DKPP pun mempunyai tambak ikan. Lokasinya ada di Ambulu, Losari.

“Luas balai benih itu, mencapai 4 hektare. Terdapat 36 kolam ikan air tawar. Kemudian untuk tambak di Ambulu itu, luasnya sampai 5 hektare. Isinya, ikan bandeng dan Kerapu. Tapi kemarin sering jebol tanggulnya. Karena rob,” tuturnya.

Selain itu, Edi juga menjelaskan di tahun 2021 pihaknya sudah melaksanakan berbagai kegiatan membantu program Bupati Cirebon dalam mengentaskan angka kemiskinan. Diantaranya dengan penuntasan daerah rawan pangan. DKPP sudah menargetkan sebanyak 8 desa yang menjadi titik prioritas pelaksanaan pengentasan. Tapi, nyatanya DKPP berhasil melampauinya. Yakni sebanyak 30 desa.

“Jadi peran serta DKPP dalam rangka mengurangi angka kemiskinan, yang tadinya target kami, mencanangkan 8 desa untuk menuntaskan daerah rawan pangan. Tapi realisasinya, DKPP berhasil melaksanakan 30 desa,” pungkasnya. (Ghofar)

Sumber: Fajar Cirebon

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.