banner 728x90

Kecamatan Pabuaran Harus Bersiap Diri Sebagai Penyangga Kawasan Industri

Kecamatan Pabuaran secara geografis tepat sebagai tetangga Kecamatan Ciledug.

Pabuaran dan Losari sebagai daerah industri, maka Kecamatan Pabuaran harus menyiapkan diri sebagai kecamatan penyangga wilayah industri yang bisa dikemas menjadi potensi perekonomian kecamatan setempat.

Hal itu disampaikan saat pelaksanaan pembinaan tentang wawasan kebangsaan, ketahanan dan ekonomi nasional Kecamatan Pabuaran, Rabu (6/4).

Anggota DPRD Kabuaten Cirebon, Pandi dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, Kecamatan Pabuaran masuk daerah pertanian terutama palawija, jagung dan padi, serta di beberapa tempat objek wisata banyak yang belum tersentuh.

Maka, dirinya mendorong agar jagung ini bisa dikelola sebagai kuliner dengan berbagai bentuk makanan olahan, agar beda dengan daerah lain.

Selain untuk makanan olahan, jagung juga bisa dimanfaaatkan untuk makanan ternak yang kebetulan di Cirebon ada pabrik pengolahan makanan ternak.

“Di sini jika sudah bisa ada pengembangan dan pangsa pasar yang jelas, kuwu bisa mendorong para petani untuk bisa menanam jagung lebih besar lagi,” papar Pandi.

Selain sektor pertanian yang menjadi andalan, beberapa desa juga sudah ada yang memiliki BUMDes. Hal ini juga pihaknya mendorong agar bisa mendaftarkan legalitas BUMDes nya.

Bahkan sekarang ini sudah menjadi Badan Usaha yang didirikan oleh desa untuk mampu mengelola perekonomian biasanya agar bisa mendapatkan tambahan pendapatan desa.

“Kami sarankan BUMDes bisa dikelola secara profesional sesuai dengan aturannya yang ada, karena di daerah lain BUMDes sudah luar bisa mendongkrak perekonomian desa,” jelasnya.

Lebih lanjut menurut Pandi, Kecamatan Pabuaran juga berada diantara daerah kawasan industri, sehingga harus mampu menggeliatkan perekonomian dengan memanfaatkan sebagai kawasan penopang kawasan industri.

Beberapa pabrik memiliki karyawan yang luar biasa banyaknya hampir sekitar 30 ribu sampai 60 ribu.

Menurutnya, ini sangat potensial bagi wilayah sekitar kawasan. Bukan hanya mempersiapkan SDM untuk karyawan saja, namun juga mendorong sisi lain diantaranya sektor UMKM dan kuliner.

“Bayangkan berapa nilai rupiah kalau minimal satu karyawan belanja untuk kebutuhan makannya, contoh sehari Rp10.000 itu sudah luar biasa, uang di sekitar sini bisa menambah pendapatan warga, kita mendorong bukan hanya mempersiapkan pekerjanya saja tapi pendukung kawasan industri dengan menghidupkan UMKM nya,” harapnya. (Nawawi)

Sumber: Fajar Cirebon

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.