banner 728x90

DPRD Tuding Pemetaan Parkir Dishub Lemah

CIREBON – Pendapatan retribusi parkir di Kabupaten Cirebon masih rendah. Potensi itu tidak tergali maksimal. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon pun mengakui itu. Bahkan, target retribusi parkir juga kecil. Tahun ini hanya Rp330 juta.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, R Cakra Suseno SH mengatakan, parkir liar yang disebutkan Dinas Perhubungan datanya harus ril. Itu menjadi potensi untuk digarap. Wajar saja, jika selama ini ada kebocoran akibat parkir liar.

“Selama ini penetapan per kecamatan tidak sesuai dilapangan. Contohnya, per kecamatan yang setor hanya Rp10 ribu per hari. Ini sepengetahuan saya. Belum update yang terbaru,” kata Cakra, kepada Radar Cirebon, Minggu (10/4).

Politikus Partai Gerindra itu menilai, Dinas Perhubungan kurang inovasi. Kurang pula pendekatan atau sosialisasi kepada masyarakat. Sebetulnya, gampang saja pemetaan Parkir itu dilakukan secara kasat mata.

Tinggal mencontoh Kota Cirebon. Titik zonasi penarikan retribusi parkir sudah ditetapkan. Di pusat keramaian. Kabupaten Cirebon bisa sebagai pemula mengambil kegiatan ekonomi di sembilan pasar milik pemerintah daerah.

Belum lagi, pasar desa. Ini bisa dikerjasamakan. “Ini yang harusnya dilakukan pemetaan oleh Dishub,” terangnya.

Kaitan dengan PAD Dinas Perhubungan, yang targetnya hanya Rp370 juta pertahun. Masih sangat kecil. Malu dong. Sedangkan populasi kendaraan di Kabupaten Cirebon itu kurang lebih Rp400 ribu kendaraan.

“Artinya, dalam satu tahun dibawah 1000 kendaraan. Jauh sekali. Kalau dilihat dari populasi kendaraan retribusi parkir itu sangat signifikan. Yang berbanding lurus dengan polulasi kendaraan. Ini harus difikirkan oleh Dishub,” ucapnya.

Ia juga menilai, pemetaan Dishub dalam parkir tidak maksimal. Padahal, ada titik titik bagus yang bisa berinteraksi. Misalnya di Sumber saja. Potensinya bagus. Tapi, lebih banyak punglinya. Ini harus ditertibkan.

Caranya diberikan ada pengesahan. Supaya jangan liar. “Saya yakin kalau arahnya kesana. Targetnya, retribusi Rp14 miliar itu realistis, dan ringan,” tandasnya.

Ia menjelaskan, ketika Dishub sudah menguji coba satu pasar (Pasalaran, red) diambil alih retribusi parkirnya, sudah bagus. Namun, itu belum maksimal. Baru dalam pasarnya. Belum pinggiran-pinggiran nya. “Ini kan tinggal dipetakan saja. Pasar Babakan sepengetahuan saya, hanya Rp70 ribu per Minggu, itu seingat saya kalau tidak salah. Kalau retribusi dikelola dishub dengan baik, maka PAD dari sektor retribusi parkir bisa meningkat,” tukasnya.

Cakra menambahkan, pihaknya ingin melihat action dari Dishub kaitan dengan penertiban, pemetaan juga inovasi untuk meningkatkan PAD. “Kita tunggu saja langkah dishub akan berjalan atau jalan ditempat,” pungkasnya

Sebelumnya, Kabid Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Hilman Firmansyah ST mengatakan, sebagai informasi, saat ini ada sekitar 400 an juru parkir yang terakomodir Dishub. Semuanya, belum menerapkan aturan perda.

Pendapatan karcis belum maksimal masuk ke kas daerah. Pasalnya, sampai sejauh ini Dishub belum bisa menggaji juru parkir.

“Di beberpa tempat, seringkali yang mengelola parkirnya itu, ada individu bahkan ada kelompok masyarakat. Hal itu, yang menyebabkan terjadinya kebocoran. Harunya bisa terserap dan masuk ke kas daerah,” kata Hilman.

“ Kedepan akan kita luruskan. Kita tertibkan. Kedepan kita akan melakukan penindakan juru parkir liar,” tegasnya. Untuk mensukseskannya, Dishub tidak bisa sendiri. Harus ada sinergitas dengan berbagai elemen. Termasuk masyarakat.

Menurutnya, potensi parkir se Kabupaten Cirebon bisa diperhitungkan. Totalnya bisa mencapai Rp14 miliar per tahun. Namun, Dishub hanya mampu menargetkan sumbangsih PAD dari sektor parkir diangka Rp330 juta. Ada peningkatan, dari target tahun sebelumnya yang hanya diangka Rp270 juta.

Hilman menjelaskan jumlah titik parkir resmi ada 300 titik. Dengan jumlah jukir sebanyak 400 an. Itupun tadi, tidak semua pendapatannya bisa masuk ke kas darah. “Karena, ada penghidupan disana. Sementara kita belum mampu untuk menggaji mereka (jukir, red),” pungkasnya. (sam)

Sumber : Radar Cirebon

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply