banner 728x90

DPRD Dorong UMKM Masuk di Ruang Ekonomi Digital

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, H Mohamad Luthfi mendorong para pelaku UMKM di daerah ini masuk di ruang-ruang ekonomi digital. Hal itu sesuai dengan salah satu agenda besar yang disampaikan Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraannya di peringat HUT RI ke-77.

Menurut Luthfi, HUT Kemerdekaan RI ke-77 ini adalah momentum untuk kebangkitan Indonesia setelah terpuruk oleh Covid-19. “Kita harus lebih tangguh, lebih kuat dan siap menghadapi masa depan yang lebih spektakuler,” kata Luthfi, usai menggelar rapat paripurna istimewa mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI dalam rangka memperingati HUT RI ke-77 tahun 2022, di ruang rapat paripurna, Selasa (16/8/2022).

h Di Kabupaten Cirebon sendiri, menurut Luthfi, juga sama. Pihaknya ingin mendorong industri di daerah ini berkembang. Sehingga Kabupaten Cirebon bisa meningkat secara signifikan dari industri olahan. Dan harapannya, kawasan yang didorong pemerintah pun konsepnya kawasan industri hijau.

Yang ketiga, lanjutnya, soal digitalisasi ekonomi mikro. Ini menjadi sangat penting, karena menurut data ada kurang lebih sekitar 19 juta pelaku UMKM yang sudah masuk ke dalam sistem ekonomi digital. Pelaku UMKM di Kabupaten Cirebon harus ikut di dalamnya.

“Kita mendorong teman-teman UMKM di Kabupaten Cirebon sudah memulai masuk di ruang-ruang ekonomi digital. Yang menjadi mendesak dan penting adalah kehadiran negara untuk memfasilitasi UMKM bisa berkembang seperti diharapkan dan ini menurut kami sangat penting dan prioritas,” ujarnya.

Dari agenda-agenda itu, kata Luthfi, menurut Presiden Jokowi harus memastikan SDM Indonesia unggul. Artinya, pembangunan SDM ini juga enggak kalah penting. “Kita ingin manusia di Kabupaten Cirebon menjadi manusia yang unggul dan berkarakter dengan soft skill yang baik sehingga siap untuk masuk ke ruang industri, siap menerima tantangan zaman dan pembangunannya semakin baik lagi,” katanya.

https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?client=ca-pub-5155563287339136&output=html&h=280&adk=3453109352&adf=561573710&pi=t.aa~a.1195957463~i.24~rp.4&w=696&fwrn=4&fwrnh=100&lmt=1661220900&num_ads=1&rafmt=1&armr=3&sem=mc&pwprc=8439857243&psa=1&ad_type=text_image&format=696×280&url=https%3A%2F%2Fwww.kabarcirebon.com%2F2022%2F08%2F19%2Fdprd-dorong-umkm-masuk-di-ruang-ekonomi-digital%2F&host=ca-host-pub-2644536267352236&fwr=0&pra=3&rh=174&rw=696&rpe=1&resp_fmts=3&wgl=1&fa=27&uach=WyJXaW5kb3dzIiwiMTQuMC4wIiwieDg2IiwiIiwiMTA0LjAuNTExMi4xMDIiLFtdLGZhbHNlLG51bGwsIjY0IixbWyJDaHJvbWl1bSIsIjEwNC4wLjUxMTIuMTAyIl0sWyIgTm90IEE7QnJhbmQiLCI5OS4wLjAuMCJdLFsiR29vZ2xlIENocm9tZSIsIjEwNC4wLjUxMTIuMTAyIl1dLGZhbHNlXQ..&dt=1661220881704&bpp=1&bdt=496&idt=1&shv=r20220818&mjsv=m202208170101&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&cookie=ID%3D859b681d2c6b1a88-2218c8ebbfd500fe%3AT%3D1661220836%3ART%3D1661220836%3AS%3DALNI_MZR6f7yTmNispXyE6mq86BwKZzuxA&gpic=UID%3D000008eb345fa882%3AT%3D1661220836%3ART%3D1661220836%3AS%3DALNI_MZJ1TvTfMZ1Myvncs-GjcTxZxYiNg&prev_fmts=0x0%2C1200x280%2C696x280%2C696x280%2C324x250&nras=6&correlator=6815618143755&frm=20&pv=1&ga_vid=1119074142.1661220838&ga_sid=1661220881&ga_hid=2046879949&ga_fc=1&u_tz=420&u_his=1&u_h=864&u_w=1536&u_ah=816&u_aw=1536&u_cd=24&u_sd=1.25&dmc=8&adx=226&ady=2811&biw=1519&bih=746&scr_x=0&scr_y=0&eid=44759875%2C44759926%2C44759842%2C31069049%2C31069063&oid=2&pvsid=1144256269318128&tmod=209395514&uas=0&nvt=1&ref=https%3A%2F%2Fwww.kabarcirebon.com%2Fberita%2Fkategori%2Fcirebon-raya%2Fpage%2F2%2F&eae=0&fc=1408&brdim=0%2C0%2C0%2C0%2C1536%2C0%2C1536%2C816%2C1536%2C746&vis=1&rsz=%7C%7Cs%7C&abl=NS&fu=128&bc=31&ifi=5&uci=a!5&btvi=4&fsb=1&xpc=omULllpL1t&p=https%3A//www.kabarcirebon.com&dtd=18441 Sementara itu, Bupati Cirebon, H Imron menjelaskan, di HUT Kemerdekaan RI ke-77 ini, semua harus bisa merenung dan berpikir kembali ke 17 Agustus 1945 lalu. Jangan sampai lupa akan sejarah. Artinya sejarah perlu direnungi setelah itu diambil benang merahnya untuk diterapkan di masa kekinian.

“Dan itulah ciri orang yang akan maju,” katanya.

Perjuangan zaman dulu, lanjut dia, bagaimana melawan penjajah? Yakni dengan gotong-royong dan keberanian. Untuk saat sekarang perlu ditarik benang merahnya, karena sekarang penjajah secara fisik tidak ada, maka musuh yang dihadapi saat ini adalah kebodohan dan kemiskinan.”Untuk itu mari kita semua berjuang, gotong-royong, saling bahu-membahu untuk menghadapi musuh kita ini,” ungkap Imron.

Sumber : Kabar Cirebon

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.