banner 728x90

Dewan Minta Pemda Perhatikan Honor Guru DTA

KABARCIREBON,- Dewan Kabupaten Cirebon meminta agar pemerintah daerah (pemda) perhatikan honor para guru Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA). Sebab, sejauh ini mereka tidak pernah mendapat honor dari pemda.

Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Hj. Hanifah menyampaikan, hasil reses yang dilakukan pihaknya belum lama ini, banyak aspirasi masyarakat di dapilnya menginginkan agar guru DTA diberi honor oleh pemda. Di samping itu, banyak bangunan madrasah rusak yang butuh perhatian pemerintah daerah.

“Dari kalangan guru DTA, mereka menginginkan adanya kebijakan pemda untuk honor guru DTA. Kemudian banyaknya bangunan madrasah yang rusak, agar bisa diperbaiki,” kata Hanifah, Kamis (16/6/2022).

Selain itu, lanjut dia, keluhan masyarakat terkait fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di kawasan perumahan banyak yang rusak. Namun tidak bisa diperbaiki. Sementara pihak developer belum melakukan serah terima asset kepada pemda. “Banyak juga yang mengeluh, minta solusi terkait persoalan fasum fasos di kawasan perumahan,” katanya.

Politisi PKB yang akrab disapa Bunda Ohan ini melanjutkan, masyarakat meminta solusi, bagaimana ketika fasum fasos di kawasan perumahan bisa diperbaiki oleh pemda. Sebelum bicara ke solusi, ternyata banyak perumahan yang fasum fasosnya belum diserahkan. Rata-rata, semua bermasalah.

“Kemarin bunda reses dapat banyak aspirasi dari warga perumahan di Arjawinangun. Ternyata kita dicek ke Kimrum, kondisi seperti itu (fasum-fasos, Red)-nya belum diserahkan itu, banyak. Bisa dicek langsung,” sebutnya.

Artinya lanjut Bunda Ohan, ada persoalan di lingkup developer. Karena sebelum diserahkan, Pemda pun belum bisa masuk untuk melakukan perbaikan. Harus ada penyerahan aset terlebih dulu ke pemda. “Kalau sudah ada serah terima, baru pemda bisa,” jelasnya.

Aspirasi selanjutnya, masih banyaknya pembagian bantuan sosial yang kurang tepat sasaran. Sehingga menimbulkan dampak sosial di masyarakat. “Ada kecemburuan. Karena penyalurannya tidak tepat sasaran. Masa orang yang secara kasat mata, memiliki rumah gedong, dapat bantuan. Yang lebih membutuhkan dilewat. Tidak terjatah bantuan. Artinya itu kan belum tepat sasaran,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut dia, banyak harapan agar puskesmas bisa bekerja sama dengan pemdes. Datang ke desa-desa agar masyarakat yang sakit atau ibu yang hamil, tidak terlalu jauh ketika berobat. Selain itu, persoalan klasik yang belum terselesaikan masih terus mengemuka saat reses.

“Persoalan klasik juga masih banyak yang disampiakan. Jalan rusak, minta diperbaiki. Sampah yang menumpuk lantaran pihak desa belum memiliki TPS. Komitmen menuntaskan persoalan banjir ditunggu warga,”  ungkapnya.(Ismail)

Sumber: Kabar Cirebon

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply