banner 728x90

Atasi Sampah di Perbatasan, Komisi III DPRD Kunjungi Pemkot Cirebon

Persoalan batas wilayah Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon telah diselesaikan, sebagaimana tertuang dalam Permendagri Nomor 75/2018.

Sebagai langkah tindak lanjutnya, Pemda Kota Cirebon dan Pemda Kabupaten Cirebon membangun kesepakatan bersama. Kesepakatan ini memuat tentang sinergitas penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan publik bagi masyarakat.

Penandatanganan kesepakatan bersama dilakukan Walikota Cirebon Nashrudin Azis dan Bupati Cirebon H. Imron didampingi masing-masing jajarannya, di Pendopo Bupati Cirebon Jalan Kartini Kota Cirebon, Selasa (5/7) yang lalu.

Menindaklanjuti kesepakatan ini, Pemkot Cirebon menerima kunjungan kerja Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Kamis (21/7), di Aula kantor Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon.

Kunjungan kerja tersebut untuk berdiskusi terkait pengelolaan sampah yang sudah dilakukan oleh Pemda Kota Cirebon, khususnya di Kelurahan Kesenden.

Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati yang hadir menerima kunjungan tersebut mengatakan, persoalan penanganan sampah menjadi persoalan di banyak daerah. Termasuk di Kota Cirebon.

“Pengelolaan sampah di Kota Cirebon juga masih berusaha untuk terus lebih baik. Melalui program kerja pemerintah daerah maupun bekerja sama dengan pihak lain,” kata Eti.

Eti menambahkan, Pemda Kota Cirebon sangat terbuka untuk bekerja sama dengan Pemda Kabupaten Cirebon. Terutama persoalan sampah yang ada di perbatasan wilayah.

“Beberapa tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di perbatasan, seperti di Jalan Tuparev dan Jalan Slamet Riyadi. Tidak sedikit sampah yang datang dari luar Kota Cirebon, dalam hal ini warga Kabupaten Cirebon,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Kesenden, Rulianto menambahkan, dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Kesenden melibatkan masyarakat.

“Kita juga harus mengubah mindset agar warga bisa memilah sampah, serta bisa mengubah sampah jadi bernilai ekonomis,” kata Ruli.

Di tempat yang sama, pimpinan rombongan Komisi III, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka mengatakan, persoalan sampah menjadi target utama pada program pemerintah.

“Berdasarkan analisis dan kajian Dinas Lingkungan Hidup, setiap individu masyarakat menghasilkan 0,6 kg per hari,” katanya. Jika diglobalkan ada 1.200 ton. Sedangkan daya tampung hanya 200 ton,” katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya ingin mengetahui strategi dan inovasi Pemda Kota Cirebon dalam mengelola sampah.

“Di Kota Cirebon ada inovasi dalam pengelolaan sampah jadi bernilai ekonomis. Ini yang kami kejar, bagaimana caranya. Apakah bisa diadopsi untuk di Kabupaten Cirebon,” tuntasnya. (Agus)

Sumber : Fajar Cirebon

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.