banner 728x90

Warga Desa Sindanghayu Jaga Warisan Nenek Moyang Mengolah Ikan Pindang

pindang juga ada di Desa Sindanghayu, yang merupakan daerah perbukitan. Usaha tersebut, sudah berlangsung turun-temurun.
Bahan baku produksi ikan pindang tetap diambil dari daerah pesisir, tepatnya di Pasar Gebang. Meski jauh, usaha tersebut mempunyai profit cukup menggiurkan. Usaha yang digeluti Sabhari (53), warga Desa Sindanghayu, perharinya mampu meraup untung hingga Rp500 ribu.
“Usaha ini sudah turun-temurun. Bahkan, di Desa Sindanghayu ini sudah ada tiga kelompok pengolahan ikan pindang. Yakni Kelompk Mina Saluyu, Kelompok Mina Rasa dan satu kelompok laginya masih dalam proses pembentukan,” ujar Sabhari kepada Radar Cirebon.
Menurutnya, ikan yang diolah menjadi pindang, bukanlah jenis ikan yang hidup di air tawar. Namun, ikan yang ditangkap di laut lepas dan ikan yang dihasilkan dari aktivitas pertambakan air payau, seperti ikan tongkol dan bandeng. Kendati olahan ada di daerah perbukitan, rasa ikan pindang tetap sama. “Hasil olahan ikan pindang itu kemudian kami pasarkan ke Pasar Cilimus, Kabupaten Kuningan,” paparnya.
Biasanya, ikan pindang dijual dengan harga Rp2.500 per ekor ukuran sedang. Sementara yang ukuran besar dihargai Rp3.000. Dia mengaku, setiap belanja ikan di Pasar Gebang per hari satu kuintal dengan harga Rp2 juta. Selama memproduksi ikan pindang secara turun- temurun, pihaknya sudah mempunyai pelanggan tetap.
“Setiap hari dipasarkan, ikan pindang hasil olahan saya selalu habis terjual. Bahkan, salah satu Pondok Pesantren Kondangsari di Kecamatan Beber tiga kali dalam satu bulan pesan 1.200 ikan pindang,” tandasnya.
Dia mengaku, kelompok ikan pindang yang ada di Desa Sindanghayu itu sudah mendapatkan pembinaan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cirebon. “Kita juga sudah mendapatkan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan motor Samson, panci presto, frezer dan bantuan lainnya,” ungkapnya.
Sumber: Radar Cirebon

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.