banner 728x90

Wacana Satu Desa Satu Perawat, Yoga: Saya Pribadi Setuju

Wacana satu desa satu perawat yang digagas Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni disambut baik anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Yoga Setiawan. Secara pribadi, ia mengaku setuju dengan ide tersebut untuk direalisasiian.

Terlebih, Bupati Cirebon sendiri telah menyetujui wacana tersebut. “Saya pribadi setuju, tidak menolak apalagi menyangga. Karena di era sekarang perawat sangat dibutuhkan,” ujar Yoga, Senin (20/6).

Menurutnya, sebagai anggota DPRD dirinya siap menampung aspirasi tersebut untuk kemudian diusulkan dan dibahas di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Cirebon.

Menurut Yoga, pihaknya akan memposisikan kebutuhan anggaran yang dibutuhkan baik melalui Puskesmas maupun Dinas Kesehatan (Dinkes).

Kemudian, komunikasi berkesinambungan dengan pihak eksekutif pun akan terus dibangun agar wacana tersebut bisa terealisasi.

“Jadi, tinggal komitmen terkait anggarannya saja. Nanti kita bicarakan regulasi anggarannya antara eksekutif dengan legislatif, berapa besaran anggaran yang harus kita gelontorkan. Nantinya kita akan duduk bersama rapat anggaran,” kata Yoga.

Ia juga menilai, penempatan perawat di tiap-tiap desa di Kabupaten Cirebon memang sangat urgen. Karena, keberadaan perawat sangat dibutuhkan terlebih bagi masyarakat yang tinggal di pelosok-pelosok desa dan jauh dari rumah sakit.

Utamanya adalah untuk penanganan pertama ketika mereka bermasalah dengan kesehatan dan dalam kondisi darurat. “Penanganan pertamanya itu kan perlu. Nah siapa lagi kalau bukan perawat,” tukasnya.

Namun, politisi Partai Hanura itu memberi catatan untuk perawat yang akan di tempatkan di tiap-tiap desa tersebut. Yakni, para perawat harus berkomitmen dan benar-benar sanggup melayani masyarakat serta siaga dalam 24 jam.

Karena itu, nantinya harus ada semacam MoU yang di dalamnya tertuang sejumlah klausul berkaitan dengan hal tersebut. “Tapi teknisnya sih pihak eksekutif yang mengatur berkaitan dengan hal tersebut termasuk menuangkan klausul-klausulnya,” terang Yoga.

Namun, ia memastikan wacana tersebut tidak bisa serta merta terealisasi tahun ini ataupun tahun depan. Pasalnya, hal tersebut membutuhkan waktu dan proses untuk menggodoknya bersama pihak eksekutif. Selain itu, pihaknya juga harus memastikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa mendukung realisasi wacana tersebut yang diperkirakan berjalan pada tahun-tahun berikutnya.

“Tahun depan juga kita berkomitmen menggenjot PAD Kabupaten Cirebon, karena masih ada potensi kebocoran PAD, banyak yang tidak terserap. Tahun-tahun berikutnya sih saya pikir (PAD, red) kita mampu,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Cirebon, H Imron mengatakan, organisasi perawat ini memiliki peranan penting dalam menunjang kesehatan yang ada di wilayah Kabupaten Cirebon, karena profesi perawat sendiri tersebar baik di rumah sakit, puskesmas, klinik hingga tingkat desa.

“Peran profesi perawat dalam hal ini adalah organisasi persatuan perawat nasional Indonesia Kabupaten Cirebon cupkup nyata. Seperti penanganan stunting, Covid-19 dan masalah kesehatan lainnya,” kata Imron saat mengahdiri acara Pelantikan DPD PPNI Kabupaten Cirebon priode 2022-2027 di Desa Cupang.

Imron mengatakan, PPNI mampu berperan aktif dalam pembangunan kesehatan yang dapat membantu kehidupan masyarakat di Kabupaten Cirebon.

“Mereka yang merupakan perawat tidak hanya melakukan kegiatan profesinya. Tetapi pada institusi atau fasilitas kesehatan, di mana mereka bekerja saja, tetapi dengan melalui organisasi PPNI mencoba bersama sama memikirkan dan melakukan upaya pemecahan masalah kesehatan yang terjadi pada masyarakat,” kata Imron.

Imron mengungkapkan, saat ini pembangunan daerah sudah mengalami pergeseran dari birokrasi administratif pada zaman dulu. Bahkan sekarang sekarang berubah menjadi birokrasi dinamis dengan koteks pentahelix.

“Dalam pembangunan daerah saat ini tidak seluruhnya diurus dan ditangani oleh pemerintah daerah, tetapi berbagi peran antara unsur pemerintah daerah dengan unsur akademisi, pengusaha, media , dan kekuatan sosial di masyarakat. PPNI memiliki kontribusi nyata dari seluruh perawat dan organisasi profesinya dalam pembangunan kesehatan di Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.

Imron menyambut baik program PPNI yang satu perawat satu desa. Namun, pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu.

“Kita lihat anggarannya dulu, itu apakah digaji sama Pemkab atau tidak, soalnya kita dengar pemerintah pusat akan menghapus tenaga honorer pada 2023 mendatang,” katanya. (Ghofar)

Sumber : Fajar Cirebon

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.