banner 728x90

Vaksin Meningitis Langka, Ribuan Jamaah Umroh Terancam Batal Berangkat ke Tanah Suci

 Sejumlah calon jamaah umroh asal Cirebon yang rencananya berangkat September 2022 mengeluhkan sulitnya mendapatkan suntikan vaksin Meningitis.

Sejumlah rumah sakit atau klinik penyedia vaksinasi mengaku kehabisan pasokan vaksin dalam dua minggu terakhir ini.

“Kalau begini keberangkatan umroh bisa terancam nggak bisa berangkat. Mohon kepada pemerintah untuk menyikapi persoalan ini, ” ungkap Ny Odah, calon jamaah umroh yang diperkirakan keberangkatan umroh pada pertengahan September kepada “KC” Minggu, 4 September 2022.

Menurutnya, seharian mencari lokasi penyedia vaksinasi namun ada beberapa tempat yang menyediakan vaksin itupun harganya sampai Rp 900.000 an padahal biasanya tidak sampai Rp 400.000.

Senada dikatakan Ny Ade. Ia mengaku kesulitan untuk divaksin. Bahkan ada seorang petugas yang menyarankan harus divaksin di Jakarta karena di Jawa Barat sudah langka bahkan distribusi ke daerah sudah terhenti dalam beberapa waktu terakhir.

Ny Ade mengaku, terlepas ada persoalan apa menyangkut distribusi vaksin namun dirinya berharap bisa dimudahkan untuk divaksin maningitis.

“Kan diwajibkan bagi calon jemaah umroh ataupun haji untuk divaksin sebelum keberangkatan. Kalau susah divaksin bagaimana saya dan ratusan bahkab ribuan jamaah bisa berangkat, ” ungkapnya.

Sementara Bambang, salah satu petugas medis yang menyediakan jasa vaksinasi Maningitis membenarkan bahwa sudah dua hari klinik vaksinasi tempat bekerjanya tutup.

“Barang tidak ada dan tidak tersedia ICV/Kartu Kuning vaksinnya,” terangnya.

Dijelaskan, syaratnya vaksin umroh itu calon jamaah mengisi formulir (dengan mencantumkan nama biro perjalanan) fotokopi paspor selembar, pas foto berwarna ukuran 4×6 membayar biaya Rp 400.000 an.

Meski demikian, para jamaah yang perlu segera divaksin terutama keberangkatan September 2022 bisa mencari di tempat lain dengan harga mungkin dua kali lipat dari harga reguler.

“Namun saya menyarankan kalau terpaksa divaksin dengan biaya mahal tetap waspada. Tanyakan setelah disuntik apa bisa menerima kartu kuning, kalau nggak bisa ya jangan disuntik. Sebab ada yang disuntik terus kartu kuningnya harus tunggu dua minggu atau ke Jakarta,” terangnya.

Sumber : Kabar Cirebon

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.