banner 728x90

Soal PGTC, Pedagang Pasar Tegalgubug: Yang Dibutuhkan Bukan Pasar Baru

Pedagang Pasar Sandang Tegalgubug melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon dan pengelola Pusat Grosir Tegalgubug Cirebon (PGTC), Senin (14/8). Audiensi dilaksanakan di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon.

Para tokoh ulama dan masyarakat Desa Tegalgubug ikut bersama pedagang melakukan audiensi. Pada kesempatan itu, mereka tegas menolak dibangunnya PGTC di samping Pasar Sandang Tegalgubug. “Kami sebelum datang ke sini sudah memusyawarahkan kepada tokoh ulama maupun semua pedagang pasar Tegalgubug. Dan kita mendapatkan satu kesimpulan bahwa kami menolak dibangunnya PGTC,” kata Muklisin Irfan, ketua Paguyuban Pedagan Pasar Tegalgubug.

Menurut Muklisin, yang dibutuhakan pedagang Tegalgubung bukan pasar baru seperti PGTC. Akan tetapi perhatian pemerintah terhadap kemajuan dan pengembangan Pasar Sandang Tegalgubug. “Sayang sekali kalau pasar tidak dijaga dan malah dibenturkan dengan pasar baru (PGTC red), yang keberadaannya mengancam pedagang Pasar Tegalgubug,” kata Muklisin mengritik pemerintah daerah.

Sementara itu, Hendra perwakilan dari pengelola PGTC mengatakan, maksud dibangunnya PGTC tidak ingin mematikan pedagang Tegalgubung. Namun ingin mengembangkan Pasar Tegalgubug agar lebih besar dan meningkatkan lapangan kerja.  “Dalam pembangunan, pro dan kontra adalah hal yang wajar. Namun pembangunan ini dilakukan investor yang tujuannya untuk meningkatkan ekononi warga Tegalgubug. Kami juga ingin memperkenalkan Pasar Tegalgubug agar lebih internasional lagi,” ujarnya.

Hendra berharap, PGTC dan pedagang Pasar Tegalgubug bisa hidup berdampingan layaknya Alfamart dan Indomart. “Kami harap bisa hidup berdampingan tanpa ada permusuhan, biarlah kita beri pilihan kepada masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, masyarakat Tegalgubug masih tetap tegas menolak pembangunan PGTC. Bahkan, warga mengancam memblokade jalur pantura jika aktivitas PGTC masih tetap berjalan.  “PGTC tidak harus dibangun. Kalau masih tetap bangun, kita akan blokade jalan pantura. Kita juga nanti akan datangkan massa ke pemda lebih banyak lagi,” tegas Muklisin Irfan. Meskipun suasana audiensi sempat memanas, namun berakhir kondusif. Pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Cirebon akan mengkaji lagi kelayakan dibangunnya PGTC.

Sumber: Radar Cirebon

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.