banner 728x90

Ribuan Pelanggan PDAM Kota Bakal Dialihkan ke Kabupaten Cirebon

Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, sudah meminta agar ribuan warga Kabupaten Cirebon yang menjadi pelanggan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, dialihkan pelayanannya ke PDAM Kabupaten Cirebon. Sebab, mereka kerap kali mengeluh karena pelayanan yang diberikan tidak maksimal.

Para pelanggan tersebut berada di dua Perumahan Cempaka Arum dan Arumsari yang berada di wilayah administrasi Kabupaten Cirebon. Jumlahnya itu mencapai 2.000 an pelanggan. Namun, mereka kerap muncul keluhan. Ada sistem gilir. Penyaluran airnya seringkali dilakukan bergantian. Karena tidak mampu memenuhi permintaan secara full. 

“Kami minta agar pelayanan itu dialihkan ke Perumda  Tirta Jati Kabupaten Cirebon, kata Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Pandi usai rapat kerja dengan Perumda Tirta Jati, Senin (31/10/2022).

Ia menjelaskan, rapat kerja tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan kerja  Komisi II ke PDAM Kota Cirebon. Hasil dari kunjungan tersebut, kata dia, ada dua perumahan di wilayah administrasi Kabupaten Cirebon dilayani oleh PDAM Kota Cirebon. Namun tidak terlayani secara maksimal.

“Makanya, Kita minta ambil alih. Mereka (PDAM Kota Cirebon, Red) juga sudah mempersilakan,” kata Pandi.

Ia melanjutkan, rapat kerja Komisi II dengan manajemen Perumda Tirta Jati kali in juga, berkaitan dengan persiapan Perumda Tirta Jati berdasarkan hasil kajian dan analisa. “Kalau dari segi kualitas air, kan sama. Karena dari sumber yang sama. Termasuk tarifnya, ternyata tidak jauh berbeda. Malah tarif di kita lebih murah dari kota,” katanya. 

Memang kata Pandi, tidak mudah prosesnya. Karena ada regulasi yang harus ditempuh, antara Pemkot dan Pemkab Cirebon. “Kita mendorong Perumda Tirta Jati mengeluarkan kajian-kajian untuk meyakinkan Sekda dan bupati agar pengembangan ini bisa ditindaklanjuti,” kata politisi PKB itu.  

Terutama, lanjut dia, harus bisa meyakinkan ketika sudah melebarkan pelayanan, semua harus tertangani dengan baik. “Jangan sampai ada keluhan diberlakukan jadwal gilir lagi kalau sudah dialihkan. Kami harus memastikan itu,” katanya. 

Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Jati Kabupaten Cirebon, H Suharyadi membenarkan ada dua perumahan di wilayah Kabupaten Cirebon yang mendapat pelayanan dari Perumda Tirta Giri Nata Kota Cirebon. Namun, kedua perumahan itu, kerapkali tak mendapat pelayanan maksimal. Sehingga, diserahkan pelayanannya ke Perumda Tirta Jati Kabupaten Cirebon.

“Kita diundang, rapat hari ini terkait dengan kesiapan kita ketika sudah dialihkan nanti. Kami pastikan siap meningkatkan pelayanan. Baik pelayanan existing maupun rencana pengembangan tadi,” katanya. 

Bentuk kesiapan pun kata Suharyadi, sudah disampaikan pada saat rapat. Pihaknya sudah membuat skema untuk memenuhi pelayanan kedua perumahan tersebut. “Campaka Arum ini akan kami alokasikan dari mata air Cigusti dan untuk Perum Arumsari dari mata Air Linggarjati. Artinya dengan kapasitas yang ada kami siap melayani dua perum itu,” katanya. 

Suharyadi melanjutkan, perum tersebut sudah ada jaringan perpipaan hdpe dengan diameter 160 mm milik Perumda Tirta Jati. Artinya support dari segi jaringan, sudah tersedia. Hanya saja, terkait aset yang ada, belum diketahui pasti kepemilikannya punya siapa. Apakah milik PDAM Kota Cirebon, Pengembang atau bantuan dari APBD maupun APBN.

Untuk memastikan itu, pihaknya masih membutuhkan waktu untuk berkomunikasi lebih lanjut. “Saat ini baru mencari informasi terkait pipa di dalam perumahan itu, apakah milik PDAM atau dari pengembang atau bahkan dari bantuan APBD atau APBN,” ujarnya.

Sumber : Kabar Cirebon

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply