banner 728x90

Proyek Jembatan Rp 1,8 Miliar Mangkrak

Proyek pengerjaan Jembatan Karangsambung, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon senilai Rp 1,8 miliar mangkrak. Sehingga, jembatan satu-satunya sabagai aktivitas warga desa setempat ini tidak bisa digunakan dan membuat desa ini terisolir.

Informasi yang dihimpun KC menyebutkan, jembatan tersebut merupakan jalan poros yang menghubungkan antara Desa Karangsambung, Kecamatan Arjawinangun dengan Desa Kalideres, Kecamatan Kaliwedi. Pada 2017 lalu, dengan anggaran Rp 1,8 miliar, jembatan itu diperbaiki karena kondisinya rusak parah.

Namun, hingga kini tak kunjung selesai dan telah dibiarkan mangkrak sehiingga warga setempat harus menempuh ratusan kilometer untuk dapat menyeberangi sungai tersebut. Melihat kondisi seperti itu, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon pun pada Sabtu (6/5/2017) kemarin melakukan sidak ke lokasi jembatan itu.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, H Ato Sugiarto menyampaikan, keberadaan jembatan tersebut sangat penting, sebab sebagai akses warga Desa Karangsambung ke desa lainnya. Ditambah lagi, pengerjaanya sejak 2017 dengan anggaran cukup besar, tetapi tetap saja tidak selesai.

“Di dalam LKPj Bupati tahun 2017 dilaporkan bahwa pembangunan jembatan dan jalan sudah beres semua. Namun nyatanya ini terbengkalai, tidak selesai dalam satu tahun anggaran,” kata Ato kepada KC.

Pihaknya menduga, mangkraknya pengerjaan proyek jembatan tersebut tidak sesuai spek. Artinya kata dia, dalam pengerjaan proyek itu menandakan tidak adanya pengawasan dari dinas terkait maupun konsultan. Dan jika diberhentikan karena alasan itu tentunya tidak masuk akal, sebab sebelumnya pasti sudah ada perencanaan.

“Sebelum pembangunan kan ada tahap perencanaan, kalau benar seperti itu, berarti ini asal-asalan. Pengerjaan proyek ini pun terkesan ditutup-tutupi, sebab ketika pengerjaan tidak ada plang proyek yang menjelaskan rincian biaya dan juga waktu pelaksanaan,” kata Ato yang juga anggota DPRD dari dapil wilayah tersebut.

Dengan kondisi jembatan yang demikian, membuat warga setempat sulit mengakses jalan, pihaknya pun meminta agar dinas terkait kembali menganggarkan dan melanjutkan kegiatan proyek jembatan tersebut. “Saya minta proyek ini segera dilanjutkan dan dengan pengawasan ketat. Karena ini akses penting warga setempat,” kata Ato.

Sementara itu, Kuwu Desa Karangsambung Kecamatan Arjawinangun, Abdurrohman mengaku, dengan mangkraknya proyek jembatan membuat desanya terisolir. Karena susah untuk keluar menyebrangi sungai besar itu. Ia juga meminta kepada dinas terkait untuk segera melakukan pengerjaan jembatan desa tersebut.

“Pada pengerjaan tahap pertama itu di tahun 2017, namun sampai akhir Desember belum selesai. Sehingga, pemborong tersebut informasinya sih harus mengembalikan anggarannya pada pemerintah daerah Kabupaten Cirebon sebesar Rp 1,8 miliar,” katanya.
Informasi terkini yang didapatkan dirinya, pemerintah daerah setempat sudah menganggarkan. Bahkan sudah dilakukan lelang kembali dan sudah dimenangkan oleh CV Rido Jaya. “Kabarnya sih anggaran pembangunan lanjutan mencapai Rp 3,1 miliar. Meski sudah ada pemenang lelang, tapi belum ada pelaksanaan pembangunan. Padahal kami sangat berharap ini bisa segera selesai, karena akses satu-satunya,” ujar Abdurrohman

Sumber: Kabar Cirebon

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.