banner 728x90

Perbaikan Jalan Minim Pengawasan

Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon menilai, minimnya pengawasan dari dinas terkait terhadap kontraktor perbaikan jalan, membuat kualitas jalan terkesan kurang baik.

 Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Suherman mengatakan, banyaknya jalan berlubang di Cirebon Timur tentunya membuatnya prihatin. Karena, akses jalan merupakan sarana vital bagi masyarakat untuk beraktivitas.

Pihaknya meminta dinas terkait lebih maksimal dalam pengawasan terhadap kontraktor. “Sepertinya minim pengawasan dari dinas terkait, sehingga kontraktor yang mengerjakan perbaikan jalan terkesan asal-asalan. Maka, untuk ke depannya akan kami kawal berbagai perbaikan jalan,” katanya disela kunjungan kerja di Kecamatan Karangwareng, Selasa (4/4/2017).

Pria yang biasa dipanggil Anger ini menjelaskan, meski kerusakan jalan hanya di titik-titik tertentu, kerusakannya berada di banyak tempat. Sehingga, membahayakan pengendara, terutama pemotor. “Seharusnya dinas pekerjaan umum lebih tanggap, untuk memperbaiki bagian jalan yang berlubang dan mengawasi lebih ketat kontraktor yang sedang mengerjakan perbaikan jalan, saat pelaksanaan proyek mendatang. Karena, kondisi jalan yang berlubang, sangat membahayakan pemotor. Terlebih usai hujan, tentunya jalan yang berlubang akan terdapat genangan air,” jelasnya.

Ketika ditanya mengenai pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kecamatan Karangwareng, Anger menjawab sedang menunggu pengesahan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dari Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Provinsi Jawa Barat.

“Untuk RTRW di tingkat dewan sudah selesai dan kami masih menunggu hasil rapat pleno BKPRD. Ditargetkan tahun ini bisa dibangun, karena anggaran untuk pembangunan TPA sampah sudah ada, yakni sekitar Rp 21 miliar untuk tiga titik,” paparnya.

Perlu kajian

Masih dikatakan Anger, pihaknya dengan Dinas Lingkungan Hidup sedang melakukan kajian pada tempat yang akan dibangun TPA sampah. Ada beberapa tempat yang direkomendasikan untuk dibangun TPA sampah, yakni Desa Kubangdeleg Kecamatan Karangwareng dan Gumulung Kecamatan Greged, untuk wilayah tengah. Sedangkan, untuk wilayah timur sekitar daerah Kecamatan Ciledug, dan wilayah barat, daerah Cipanas atau alternatif lainnya Susukan.

“Kemungkinan besar di daerah Gumulung, karena lokasinya bekas galian. Tapi, masih memerlukan kajian yang mendalam. Lahan yang akan dibebaskan untuk per TPA sampah sekitar 15 hektare dan sebagai antisipasi penolakan dari warga, kami dengan Dinas Lingkungan Hidup gencar melakukan sosialisasi. Memang kita akui, Kabupaten Cirebon butuh TPA sampah,” jelasnya

 

Sumber: Kabar Cirebon

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.