banner 728x90

Mustofa: Soal Figur, Kami Akan Dengarkan Suara Rakyat

Pemilihan kepala daerah serentak 2018 mendatang, dipastikan tidak akan ada putaran ke dua. Hal ini membuat seluruh energi partai politik serta pasangan calon akan difokuskan pada pemilihan di putaran pertama.

 

Informasi yang dihimpun KC, Senin (30/1/2017), berdasarkan  Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016  tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota tidak tercantum kalimat pemilihan putaran kedua. Dalam pasal 109 ayat (1) dijelaskan, pasangan calon kepala daerah yang memperoleh suara terbanyak ditetapkan sebagai pemenang.

Melihat aturan tersebut, Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon, H Mustofa  mengakui pihaknya dihadapkan pada situasi yang sangat serius. Menurutnya, sosok calon yang akan diusung pada pemilihan bupati dan wakil bupati 2018 mendatang harus  sesuai dengan keinginan masyarakat.

“Tujuannya adalah agar suara yang diberikan masyarakat kepada PDIP khususnya calon yang diusung bisa besar. Energi akan dimaksimalkan, karena tidak ada putaran kedua,” ujar Mustofa, Senin (30/1/2017).

Dijelaskan Mustofa, dalam sebuah pemilihan kepala daerah, maka figur calon itu sendiri yang akan menentukan nasibnya. Untuk kemenangan dalam pilkada, menurutnya, maka tidak bisa hanya bergantung pada suara partai saja.

“Misalkan PDIP sendiri di Kabupaten Cirebon keanggotaannya mencapai 150 ribu orang. Nah, suara yang nanti diperoleh itu pasti lebih dari jumlah anggota. Dengan demikian, kelebihannya itulah yang akan ditentukan oleh sosok yang kita usung. Kalau sosoknya bisa diterima oleh masyarakat, maka suaranya akan melambung tinggi. Saya yakin itu,” kata Mustofa.

Penentuan rekomendasi calon yang akan diajukan kepada DPP, lanjutnya  sangat menentukan. Karenanya, Mustofa menegaskan pihaknya akan merekomendasikan seseorang yang memang memiliki kompetensi serta kemampuan mumpuni.

“Di samping penilaian internal untuk partai, kami juga tentunya tidak bisa mengesampingkan suara dari bawah yaitu masyarakat. Kalau memang seseorang calon mendapatkan simpati dari masyarakat yang besar, maka sosok itu berpotensi direkomendasikan. Sebaliknya, kalau calonnya ternyata tidak disukai masyarakat, maka kami juga akan kembali mempertimbangkannya,” katanya.

Menurutnya, dalam waktu dekat ini, internal PDIP akan melakukan evaluasi terhadap figur bakal calon. “Tentu keyakinan untuk menang juga bisa menjadi blunder kalau salah menentukan calon. Pertimbangan, evaluasi terhadap figur calon harus segera dilakukan dalam waktu dekat ini,” ujar Mustofa.

Mustofa juga menyinggung rendahnya partisipasi pada Pilkada 2013 lalu. Pada pilkada 2013 lalu di putaran pertama, hanya 56 persen warga yang menggunakan hak pilihnya. Namun saat memasuki putaran kedua, angka partisipasi anjlok di angka 48 persen.
“Bisa jadi itu karena tidak cocok dengan figurnya. Makanya, kami  sesegera mungkin akan melakukan evaluasi figur calon,” ucapnya. (C-11)

Sumber: Kabar Cirebon

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.