banner 728x90

Luthfi, Stakeholder Olahraga, Harus Sering Ngopy Morning

Prestasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggaran. Yang disediakan Pemerintah daerah (Pemda). Ada beberapa kunci untuk suksesnya prestasi olahraga.

“Pertama ada kompetisi rutin. Kedua ada kegiatan pembinaan berkelanjutan. Mulai dari anak usia dini sampai remaja. Ini perlu dievaluasi,” kata Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, HM Luthfi MSi, Rabu (30/11).

Menurut Luthfi, jangan saling menyalahkan, semua punya peran. Pihaknya di pemerintahan, bekerja sesuai dengan tupoksinya. “Kami di DPRD berbagi peran dengan eksekutif. Tapi pelaksana operasional yang diberi kewenangan untuk membina kegiatan olahraga ada di Dispora. Bersama KONI dan klub dari masing-masing cabang olahraga (cabor),” tuturnya. 

Semuanya, lanjut politisi PKB itu, perlu untuk saling bersinergi. Ia pun mengingatkan beberapa pihak, yang mendewakan anggaran terkait prestasi olahraga. “Kalau cuma soal anggaran, Garut, anggarannya cuma Rp4,4 miliar. Jauh dibawah kita. Mereka mampu bertengger diurutan rengking 11,” ungkapnya. 

Kemudian Kabupaten Kuningan, hanya diberikan anggaran Rp6,5 miliar. Tapi bisa menorehkan prestasi mentereng. Rengkingnya, diurutan ke 12 dengan 22 medali emas yang berhasil disumbangkan. 

Berada jauh di atas Kabupaten Cirebon yang hanya bisa menyumbangkan 8 medali emas. Padahal, jumlah anggarannya jauh lebih besar di bandingkan Kuningan dan Garut. Nilainya sebesar Rp8 miliar. 

“Harusnya kita yang Rp8 miliar itu harusnya bisa lebih baik. Kalau membandingkan dengan Bekasi yang nilainya diatas Rp70 miliar ya wajar, karena dia tuan rumah,” ungkapnya. 

Sementara kita (Kabupaten Cirebon, red) Kuningan dan Garut bukan tuan rumah.  Artinya, dilihat dari fakta tersebut, anggaran itu, tidak menjadi segalanya. 

Luthfi pun membenarkan, bahwa anggaran yang memadai akan mempermudah proses pembinaan dan kompetisi berkelanjutan. Tapi, penekanannya, anggaran itu, bukan segalanya. 

“Saya kira, kita perlu inovasi dan perbaikan sistem pembinaan. Ini yang perlu di evaluasi bersama,” imbuhnya.

Bupati Cirebon sendiri, Drs H Imron MAg  sudah menyatakan statmennya ke publik, bahwa Dispora dan KONI akan di evaluasi pasca jebloknya torehan prestasi olahraga di Porprov Jabar. Pun sebaliknya, Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, sudah menjadwalkan Desember nanti, KONI dan Dispora akan dipanggil dalam rapat komisi. 

Menurut Luthfi, itu bagus. Akan jauh lebih baik ketika dilakukan evaluasi besar-besaran dan disatukan. “Harus disatukan. Dan kita harus sering melakukan copy morning,” pungkasnya.

Sumber: Rakyat Cirebon

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply