banner 728x90

Komisi III Minta Pekerjaan Pipa PDAM Dikerjakan Malam Hari

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon menilai, pengerjaan proyek pengeboron pipa milik PDAM Kota Cirebon senilai Rp 58 miliar dianggap menyalahi aturan dan meminta agar pekerjaan dilakukan malam hari. Sebab, selain pekrjaan dilakukan secara open-cut, juga menimbulkan kemacetan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Sofwan. Menurutnya, dalam draf rekomendasi pengerjaan proyek tersebut pengeboran harusnya dilakukan dengan boring, bukan open-cut. Bahkan yang sangat disayangkan, pengerjaan dilakukan siang hari atau di jam-jam kerja atau sibuk.

“Ini kan menimbulkan kemacetan. Kita tidak mau menghambat pengerjaan proyek, tetapi masyarakat Kabupaten Cirebon menjadi korban karena macet dan lain sebagainya. Maka kami minta agar pengerjaan dilakukan di atas jam delapan malam hingga jam enam pagi,” kata Sofwan saat melakukan kunjungan kerja ke PDAM Kota Cirebon, terkait dampak pembangunan proyek galian pipa tersebut, Rabu (4/4/2018).

Ia melanjutkan, jika berkaca pada daerah-daerah lain, pengerjaan proyek yang sama dilakukan pada malam hari. Apalagi, pengerjaan proyek milik PDAM Kota Cirebon ini notabene berada di sapanjang jalan provinsi yang padat kendaraan. Bekas galian pipa pun meminta agar langsung ditutup dengan aspal.

“Jam enam pagi itu sudah harus diaspal lagi. Sebab ini kan memakan badan jalan, kalau tidak langsung diaspal sama saja bohong, kemacetan tetap terjadi nantinya. Karena aturannya memang harus seperti itu,” kata pria yang akrab disapa Opang tersebut.

Dalam kunjungan kerja yang melibatkan pihak-pihak terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon, UPT Bina Marga Provinsi Jawa Barat, konsultan, dan pemegang proyek itu menurut Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Suherman, sengaja diagendakan karena sebelumnya saat kunjungan kerja yang pertama pihak PDAM Kota Cirebon tidak hadir.

Pria yang akrab disapa Anger ini melanjutkan, selama ini keluhan maupun laporan masyarakat Kabupaten Cirebon terkait dampak pembangunan proyek itu sangatlah banyak. Sehiingga, harus ada solusi agar dampak tersebut tidak lagi dirasakan masyarakkat.

“Karena saya sendiri merasakan, bagaimana macetnya sebab setiap hari saya melintasi jalan itu. Jadi kami minta agar pengerjaannya jangan di siang harilah,” ujar Anger.

Ia menambahkan, pengerjaan proyek pengeboroan pipa sepanjang kurang lebih 7 km itu harusnya tidak meninggalkan bekas hingga berlama-lama. Sebab selain menimbulkan kemacetan, juga membahayakan pengendara yang melintas.

“Makanya kami minta agar langsung dinormalisasi bekas galian itu. Awalnya beraspal ya harus langsung diaspal lagi dong,” ungkap Anger.

Sementara itu, Dirut PDAM Kota Cirebon, Sofyan Satari menjelaskan, awalnya memang rekomendasi yang diberikan pihak Pemprov Jawa Barat pengerjaan dilakukan dengan cara boring, bukan open-cut seperti yang kerjakan sekarang. Tetapi, di tengah jalan mendapatkan kendala sehingga mengharuskan untuk dilakukan dengan cara open-cut.

“Tapi kami telah terlebih dahulu mengusulkan ke pemprov untuk rekomendasi yang kedua. Dan akhirnya turun rekomendasi yang kedua itu pada 28 Februari 2018. Memang dalam draf rekomendasi itu tidak secara tertulis, tetapi ada pada notulen saat usulan itu, jika tidak bisa dilakukan dengan cara boring maka boleh dengan cara open-cut,” kata Sofyan.

Ia mengaku, selama ini upaya yang dilakukan pihaknya sudah maksimal agar pengerjaan proyek tersebut tidak berdampak kepada asyarakat Kabupaten Cirebon. Terkait permintaan Komisi III pun, pihaknya akan usulkan ke rekanan pemegang proyek agar dilakukan di atas jam delapan malam hingga jam enam pagi.

“Sebenarnya kita juga sering lakukan pengerjaan malam hari, tetapi karena kondisi cuaca pengerjaan terkadang terhenti. Kita akan usulkan termasuk juga agar bekas galian langsung diaspal,” tegas Sofyan.

Sumber: Kabar Cirebon

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.