banner 728x90

Komisi II Pasrah, Hanya Beri Catatan Terkait Rencana Kenaikan Air PDAM

Mengenai rencana kenaikan tarif air PDAM milik Perumda Tirta Jati, Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon pasrah. DPRD hanya memberi catatan dalam rapat komisi, Selasa (31/8/2022). Utamanya, terkait pelayanan untuk pelanggan harus maksimal, jangan ada lagi keluhan yang muncul.

“Tadi kami panggil Perumda terkait ada rencana kenaikan tarif tahun ini dan kami memberikan rekomendasi. Memang kenaikan ini adalah kewenangan dan hasil kajian Perumda itu sendiri,” kata Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Pandi, usai rapat kerja.

Sebagai wakil rakyat, kata dia, sudah menjadi kewajibannya melakukan pengawasan dan juga mewakili masyarakat yang banyak mengeluh soal rencana kenaikan tarif air PDAM ini.

“Berdasarkan hasil rapat tadi, Perumda terpaksa menaikan tarif air karena pertama ada kenaikan tarif dasar listrik. Yang tadinya kecil sekarang hampir Rp 400 juta per bulan,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, soal perubahan harga kimia untuk proses pengolahan air, kemudian ada kenaikan pembelian air curah dan biaya konservasi dari Kabupaten Kuningan, kenaikan pajak menjadi 11 persen, pajak air bersih dari air tanah ke provinsi Jawa Barat dan juga ada kompensasi ke Kabupaten Kuningan.

“Kemudian ada kenaikan BBM, dan target dari pada PAD Kabupaten Cirebon. Itu yang tidak bisa dibendung, ada beberapa kenaikan sehingga PDAM memaksakan menaikan tarif,” katanya.

Di samping itu, lanjut dia, juga dengan adanya peraturan berupa Perbup dan Pergub. Tetapi pihaknya mengesampingkan hal itu. Artinya, bukan karena adanya instruksi dalam Perbup dan Pergub, tapi karena adanya pertimbangan kenaikan biaya-biaya tadi.

“Jadi kami merekomendasikan kalau pun nanti naik dengan catatan-catatan. Kalau pun nanti naik dengan rata-rata Rp 1.000 /kubik, dengan catatan Perumda bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan agar bisa memuaskan pelanggan PDAM,” ujarnya.

Termasuk, umpamanya, kata dia, air harus bersih, air harus penuh 100 persen, tidak ada pengaduan-pengaduan terkait permasalahan pelayanan air minum.

“Tapi kalau masih ada keluhan-keluhan dari para pelanggan nanti kami akan tegur langsung pihak PDAM. Artinya kalau banyak pelanggan yang mengeluh akan kami panggil lagi PDAM,” kata Pandi.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Jati, Suharyadi menjelaskan, sampai sekarang pihaknya terus berusaha melakukan peningkatan pelayanan. Ia mencontohkan, salah satu mata air yang ada, tengah digali potensinya. Seperti mata Air di Cigusti. Kemudian di Cikalahang juga ada pengonekan jalur Cipujangga-Cikalahang.

“Intinya tadi rapat dengan komisi III catatan agar pelayanan bisa ditingkatkan,” ungkap Suharyadi.

Ia mengaku, pihaknya juga tengah mencoba untuk mendongkrak PAD. Sehingga perlu menyesuaikan tarif air PDAM. Sebab lama yang tahun lalu mencapai Rp 1,3 miliar yang dihasilkan, target tahun ini menjadi Rp 1,5 miliar laba yang harus didapatkan.

“Kita sudah melakukan sosialiasi ke media dan kita juga siapkan surat edaran kepada para pelanggan kit dan insya Allah akan kita berlakukan di bukan Oktober 2022,” katanya.(Ismail)

Sumber : Kabar Cirebon

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.