banner 728x90

Keluhkan Biaya Sewa Lahan, Warga Kanci Sambangi DPRD, PT KAI Siap Berikan Relaksasi

mengadu ke DPRD Kabupaten Cirebon, kemarin. Mereka mengeluhkan biaya sewa lahan milik PT KAI. Pun meminta keringan pembayaran biaya sewa lahan.

Pasalnya, keinginan warga tidak pernah direalisasikan manajemen PT KAI. “Apakah ada kebijakan dari manajemen PT KAI untuk keringanan biaya sewa? Karena selama ini ketika warga ingin memproses biaya sewa, PT KAI tidak pernah merealisasikannya,” kata Sokib, warga Desa Kanci Kulon, saat audiensi.

Ia meminta, untuk mengurangi biaya sewa Rp50 ribu saja, tidak diperbolehkan. Padahal, keadaan warga belum pulih setelah mengalami hantaman pandemi Covid-19. Tentunya, sangat terpukul ketika tiba-tiba diharuskan membayar biaya sewa dengan nominal yang fantastis. “Kalau bisa, ada pemutihan. Kita buat kontrak baru di 2022 ini,” katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Dapil VII, Cakra Suseno SH meminta agar PT KAI bisa memberikan keringanan kepada warga. Sebab, pada intinya warga pun siap untuk bekerjasama dengan PT KAI.

 “Kami mohon, di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang tidak menentu pasca pandemi ini. Kiranya managemen mengeluarkan kebijakan yang humanis. Tidak memaksakan kepada warga untuk membayar biaya sewa sejumlah sekian. Karen itu memberatkan,” katanya.

Di tempat yang sama, Deputy Vice Presiden Daop III Cirebon, Muhamad Abror mengatakan, pihaknya tidak bisa memutuskan sendiri terhadap keinginan pedagang. Sebab, keputusan itu ada di direksi. Hanya saja, untuk program relaksasi, sudah ada.

Makanya, warga Kanci tidak perlu mengkhawatirkannya. “Kami ada program relaksasi. Ini sebagai bukti, ada niatan baik dari kami untuk bekerjasama. Jadi silakan datang saja nanti ke kantor. Nanti kita hitung, jadi saya yakin, itu (keringanan, red) ada,” katanya.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon, Syahril Romadhony SE menjelaskan pihaknya menerima kunjungan warga Desa Kanci yang memiliki bangunan di atas tanah milik PT KAI. Mereka meminta ada keringanan biaya sewa.

 “Kami sifatnya hanya memfasilitasi warga untuk bisa berkomunikasi dengan managemen PT KAI. Tadi mereka semua dihadirkan. Intinya mereka meminta agar ada keringanan biaya sewa,” ungkapnya.

Hasilnya, manajemen PT KAI pun akan mengupayakan apa yang menjadi keinginan warga. Hanya saja, belum bisa memutuskannya pada saat audiensi. Mengingat keputusannya ada di direksi.

“Tapi, tadi warga sudah disuruh datang ke kantor PT KAI Daop III Cirebon, untuk menyelesaikannya. Kami harap, itu final. Tidak sampai muncul adanya permohonan audiensi lanjutan,” pungkasnya.

Sumber : Radar Cirebon

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.