banner 728x90

Kampus ITB Arjawinangun dan Watubelah, Ini Mahasiswa yang akan Pindah 17 Januari 2022 Nanti

CIREBON – Kampus ITB Arjawinangun dan Watubelah, Kabupaten Cirebon akan segera melakukan perkuliahan. Sejumlah jurusan akan pindah secara bertahap.

Untuk tahap awal, Kampus ITB Arjawinangun juga Kampus ITB Watubelah akan melaksanakan perkuliahan dari beberapa program studi. Yakni, Program Studi Teknik Industri, Perencanaan Wilayah dan Kota, dan Kriya angkatan 2019 dan 2020.

Program Studi Teknik Geofisika dan Oseanografi akan mengikuti kegiatan akademik pada semester 1 tahun akademik 2022/2023. Kemudian untuk Program Studi Teknik Pertambangan dan Perminyak akan dilaksanakan pada tahun berikutnya.

Ketua Tim Pengelola Penyelenggaraan Program Institut Teknologi Bandung (ITB) Kampus Cirebon, Dr Ir Iwan Kustiwan MT menjelaskan, akan ada 7 program studi di Kampus Cirebon. Perkuliahan perdana rencananya akan dilaksanakan pada 17, Januari 2022 dan baru dua prodi yang akan dipindahkan. Dua prodi dimaksud adalah Perencanaan Wilayah dan Kota, Teknik Industri dan Kriya.

Diproyeksikan Tampung 10 Ribu Mahasiswa

Seperti diketahui, Kampus ITB Cirebon baik Arjawinangun dan Watubelah sudah didirikan sejak 2016. Pendirian kampus tersebut merupakan hasil kerjasama Kemenristekdikti, Pemda Provinsi Jawa Barat, ITB dan Pemkab Cirebon.

melakukan pengembangan multikampus sekaligus Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU).Dengan demikian, ITB kini memiliki tiga kampus yakni Kampus Ganesha, Jatinangor dan Cirebon. Pembangunan Kampus Arjawinangun sejauh ini mengikuti masterplan yang sudah disusun untuk berkapasitas sekitar 10 ribu mahasiswa.

Gedung yang sudah dibangun adalah Gedung Multifungsi A (digunakan untuk Program Studi Teknik Industri dan Perencanaan Wilayah dan Kota). Gedung Multifungsi B ITB Cirebon (digunakan untuk Program Studi Kriya dan TPB), dan sarana olah raga. (yud)

SUMBER: RADAR CIREBON

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.