banner 728x90

Investasi Marak, Kemiskinan Masih Tetap Tinggi

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon menilai, meskipun investasi di wilayahnya terbilang cukup tinggi, akan tetapi sejauh ini tak memengaruhi kenaikan laju pertumbuhan ekonomi (LPE) di daerah ini. Sehingga kemiskinan pun masih cukup tinggi, bahkan tidak dapat dientaskan.

 Hal itu seperti diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon, Junaedi. Menurutnya,  di 2016 lalu sebenarnya ada kenaikan investasi di daerahnya. Namun tidak cukup untuk menaikan LPE. Terbukti dari target kenaikan lima persen sekian, hanya mampu mencapai 4,6 persen.

Melihat hal itu, Junaedi menilai ada anomali, angka kemiskinan di Kabupaten Cirebon masih tinggi. “Berarti kan investasi ini belum punya daya ungkit. Pemerintah daerah harus pintar-pintar mencari investor yang bisa berpengaruh besar dalam pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Sehingga LPE juga dapat naik,” kata Junaedi, Kamis (27/4/2017).

Ia menjelaskan, investasi yang ada di Kabupaten Cirebon ini banyaknya padat modal. Seperti yang ada pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Indofood, dan perusahan lainnya. Namun, ia menilai hanya sedikit tenaga kerja yang mampu ditampung untuk dipekerjakan.

“Kita bukan melarang masuknya investasi padat modal. Namun perlu juga diimbangi dengan investasi padat karya.  Investasi padat karya perlu diperbanyak, karena lebih banyak menyerap tenaga kerja,” ujar Junaedi.

Lebih lanjut ia menyampaikan, sebenarnya banyak faktor yang memengaruhi tinggi-rendahnya LPE di suatu daerah, termasuk juga Kabupaten Cirebon. Hanya saja, salah satu di antaranya yakni bergantung juga pada jenis investasi yang masuk di daerah tersebut.

“Ya saya sih berharap investasi yang masuk banyak padat karya. Terbukti kan, naiknya angka investasi, tapi angka kemiskinan masih tinggi. Sehingga wajar jika LPE masih rendah,” ungkap Junaedi. Perlu diketahui, pada 2014 tercatat LPE Kabupaten Cirebon berada di posisi 5,09 persen, di 2015 hanya 4,87 persen. Jika melihat standardisasi LPE pemerintah provinsi, LPE Kabupaten Cirebon berada di bawah rata-rata standardisasi provinsi.

Bidang Neraca dan Analis Statistik Kabupaten Cirebon, Widjayanti menyampaikan, LPE Kabupaten Cirebon setiap tahun selalu mengalami penurunan. “Di tahun 2014 saja di saat LPE Pemerintah Provinsi Jawa Barat 5,09 persen, sementara LPE Kabupaten Cirebon  di angka 5,07 persen,” katanya.

Kemudian, katanya, data LPE di 2015 menyebutkan, standardisasi LPE pemerintah Provinsi Jawa Barat yakni 5,03 persen, sementara LPE Kabupaten Cirebon hanya 4,87 persen. “Data menyebutkan LPE mengalami penurunan, bisa disebabkan dari sektor pertanian dan minimnya investasi yang masuk ke Cirebon,” tambah dia

Sumber; Kabar Cirebon

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.