banner 728x90

Inspektorat Terus Minimalisir Kerugian Negara

Inspektorat terus berupaya untuk memberikan sosialisasi bahaya Korupsi dilingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Bahkan pada tahun 2022, dari data  kerugaian negara dan daerah sebesar Rp11 miliar lebih dari sejumlah sektor. 

Hal tersebut disampaikan saat acara Gelar Pengawasan Daerah (Gelarwasda) dan seminar dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2022 tingkat Kabupaten Cirebon.

Inspektur Kabupaten Cirebon, Drs Iyan Ediyana MM mengungkapkan pihaknya terus berupaya untuk melakukan pencegahan Korupsi dari berbagai sektor dilingkungan Kabupaten Cirebon.

“Dari data jumlah total kerugian negara atau daerah mencapai Rp 11 miliar, itu semuanya secara global dari berbagai sektor, kita hanya lakukan preventif atau nasihat agar mereka bisa mengembalikan apa yang bukan miliknya,” ungkap Iyan.

Ia menjelaskan dari angka Rp11 miliar tersebut paling banyak temuan dari desa dan kelurahan. Bahkan ada juga temuan dari dana Bos. 

“Banyak temuan seperti Dana Bos SMP, Dana Bos SD, Kecamatan, Puskesmas, Desa/Kelurahan dan SKPD semuanya terkumpul hingga Rp.11.012.908.762.79, paling tinggi di temuan Desa/Kelurahan, namun semua sudah ditindaklanjutin,” kata Iyan.

Iyan mengatakan pihaknya terus mengalakan budaya anti korupsi sejak dini. Mulai dari tingkat anak-anak hingga dewasa. 

“Kita terus memupuk anti Korupsi sejak dini. Ini sangat penting dilakukan agar generasi muda tau bahaya laten dari Korupsi itu sendiri,” kata Iyan.

Ia berharap kedepan tidak hanya Inspektorat dan penegaj hukum lainnya yang menggaungkan bahaya Korupai, melainkan semua sektor terlibat dalam kampanye bahaya Korupsi.

“Mudah-mudahan kedepan, yang namanya korupsi ini bukan hanya tugas inspektorat saja, nanti menjadi tanggungjawab kita semua. Dari mulai diri sendiri hingga masyarakat lainnya,” kata Iyan.

Iyan berharap di wilayah Kabupaten Cirebon bebas dari KKN. Walaupun itu keinginan cukup tinggi setidaknya kita ada kemauan untuk melakukan hal kebaikan dengan berkampanye tidak untuk Korupsi.

Sementara itu Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg mengatakan dalam Hari Anti Korupsi Sedunia dijadikan  momentum untuk penguatan upaya pemberantasan korupsi. 

USAHAPENDIDIKANSELEBRITISPEMILUINDEKS

Menurutnya, dalam hal memerangi korupsi, semua elemen bangsa harus ikut bergerak dengan fungsi dan tugasnya masing-masing. 

“Mari kita bangun tekad dan komitmen yang kuat untuk mewujudkan terselenggaranya tata kepemerintahan yang baik di Kabupaten Cirebon, guna meningkatkan kinerja pelaksanaan, pelaporan, sampai dengan pertanggungjawaban secara transparan, akuntabel, tertib, terkendali, efektif dan efisien, serta taat aturan. Lkukan juga koordinasi dan konsultasi secara terusmenerus dengan aparatur pengawasan internal pemerintah (APIP), baik saat ada masalah maupun tidak, agar langkah yang dilakukan senantiasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Disini inspektorat berperan sebagai “early warning system,” kata Imron.

Menurut Imron, dengan adanya peringatan Hari Anti Korupsi ini, seluruh elemen harus melakukan introspeksi secara pribadi. Sehingga nantinya, bisa bekerja dengan baik dan sesuai aturan.

Imron juga menuturkan, bahwa Pemda Kabupaten Cirebon juga berkomitmen untuk bebas dari Korupsi. Oleh karena itu ia berharap, hari anti korupsi ini menjadi kesadaran semua pihak.

“Karena korupsi bukan hanya uang. Tapi juga bisa berbentuk waktu dan pelayanan. 

Karena ini sebagai upaya kita bersama untuk mendukung akselerasi good governance dan clean government. Bahkan sebagai ruang advokasi dan komunikasi bagi setiap upaya penerapan strategi pembinaan dan pengawasan yang sistematis dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunaan Kabupaten Cirebon,” katanya.

Sumber : Rakyat Cirebon

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply