banner 728x90

DPRD Temukan Banyak Agen Kurangi Volume Gas Elpiji

Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon menilai, sejauh ini hasil temuan di lapangan banyak agen dan pangkalan gas 3 kg yang nakal. Kenakalan para pelaku usaha ini yakni dengan mengurangi ukuran gas 3 kg di dalamnya dan bagi para agen yang melakukan hal itu maka terancam diputus hubungan usaha (PHU).

Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Aidin Tamim menyampaikan, kenakalan para pelaku usaha gas di pangkalan dan agen harus ditindak tegas oleh pihak Pertamina maupun Hiswana Migas setempat.

Sebab sejauh ini, kata dia, banyak ditemukan agen dan pangkalan gas yang mengurangi ukuran isi gas. Hal itu tentunya, kata dia, sangat merugikan masyarakat.

“Kenakalan agen dan pangkalan itu adalah mengurangi timbangan gas. Yang tadinya 3 Kg dikurangi dua ons menjadi 2,8 Kg. Bahkan dikurangi sampai tiga ons, dan itu mutlak yang dirugikan masyarakat. maka saya minta kepada pihak Pertamina untuk menindak pangkalan dan agen yang seperti ini,” ujar Aidin kepada KC Online, saat melakukan rapat kerja dengan pihak Pertamina dan Hiswana Migas, Jumat (13/10/2017).

Ia melanjutkan, apa yang menjadi temuan pihaknya di lapangan tersebut pun dalam rapat itu diakui oleh Pertamina dan Hiswana Migas. Kenakalan para pelaku usaha gas di pangkalan dan agen pun tak menutup kemungkinan seperti melakukan penimbunan yang mengakibatkan kelangkaan gas di masyarakat.

“Kalau hasil inpeksi mendadak yang dilakukan kita ke pangkalan-pangkalan dan agen gas, baru menemukan kenakalan pengurangan timbangan gas saja. Tapi tak menutup kemungkinan juga kenakalan lainnya seperti penimbunan pun dilakukan,” kata Aidin.

Tindakan tegas

Di tempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) LPG Hiswana Migas Cirebon, Fauzi Hasan menyampaikan, kalau terdapat kenakalan atau penyelewengan yang dilakukan para pelaku usaha gas di pangkalan dan agen, maka pihaknya akan memeringati yang bersangkutan. Seperti dengan mengundang pelaku usaha tersebut dan membinanya.

“Jika memang itu terbukti menyeleweng, barang buktinya ada, maka kita skors. Dan kalau sudah beberapa kali kena skors namun tetap nakal, maka akan di-PHU, kita beri tindakan tegas,” kata Fauzi.

Ia melanjutkan, sejauh ini pendistribusian yang dilakukan oleh para agen dan pangkalan gas, setiap harinya diawasi oleh Pertamina dengan menggunakan sistem monitoring gas 3 kg atau Simpolek. Dan setiap harinya pendistribusian gas 3 kg di Kabupaten Cirebon rata-rata yakni 1.655.000 tagung dari 1.350 pangkalan di daerah ini.

“Dan sejauh ini sudah banyak pangkalan-pangkalan maupun agen yang kita skors karena menyeleweng. Bahkan sudah banyak juga yang di-PHU. Jadi kita tidak main-main di sini,” tandas Fauzi.

Sementara itu, Sales LPG pada Pertamina Rayon 10, Wilson Adi Wijaya menyampaikan, jika terdapat agen atau pangkalan gas yang terbukti menyeleweng, maka pihaknya tak segan-segan memberikan sanksi sesuai dengan proporsionalnya.

“Kita akan cek kontraknya seperti apa? Dan kita akan memberikan sanksi yang tegas. Dari mulai skorsing sampai di-PHU itu sudah tertera dalam kontrak perjanjian yang ada,” kata Wilson.

sumber : Kabar Cirebon

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.