banner 728x90

DPRD Nilai Pembangunan IGD RSUD Waled tak Layak

Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon mengaku kecewa dengan pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Waled dan dalam waktu dekat akan memanggil pihak pelaksana pembangunan. Semakin kecewa lagi, saat rombongan tak mendapatkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan pelaksana pembangunan tak hadir.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Suherman mengatakan, pembangunan IGD RSUD Waled kurang layak. Karena, secara kasat mata, bagian tengah bangunan tersebut terlihat melengkung. Sehingga, perlu untuk diperbaiki guna meminimalisir dampak buruk pada pasien maupun perawat.

“Kami sangat kecewa dan kurang layak, dengan pembangunan IGD RSUD Waled, hal ini terlihat ketika rombongan meninjau lokasi, terlihat bagian tengah bangunan melengkung. Bisa jadi akan ambruk dan berdampak buruk pada pasien dan perawat,” ujarnya disela kunjungan kerja di RSUD setempat, Jumat (13/10/2017).

Pria yang biasa dipanggil Anger ini menjelaskan, pembangunan IGD RSUD Waled harus sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), guna meminimalisasi dampak buruk pada bangunan tersebut.

“Jangan sampai anggaran yang begitu besar untuk pembangunan tersebut, bertahan hanya sesaat. Karena, salah perencanaan. Masa, untuk melihat RAB saja tak diberikan. Padahal, demi kebaikan bersama. Dalam waktu dekat akan kami panggil pelaksana pembangunan, guna menjelaskan pada rapat komisi mengenai pembangunan dan ketidakhadiran saat kami kunjungan kerja,,” jelas politisi PDI Perjuangan ini.

Harus dievaluasi

Senada diungkapkan Wakil Ketua Komisi III DPRD, Sofwan. Menurutnya, beberapa kejadian ambruknya bangunan harus menjadi evaluasi bagi pelaksana.

“Belum lama ini, ada sekolah yang ambruk, karena diduga salah prosedur. Jangan sampai hal serupa terjadi pada pembangunan di RSUD Waled. Maka, RSUD Waled sebagai Penerima Hasil Pengerjaan (PHP), perlu menggandeng tim independen untuk melihat hasil dari pengerjaan tersebut,” katanya.

Sementara itu, Konsultan Pembangunan, Heri mengungkapkan, ketidakhadiran pelaksana karena sakit dan bagian tengah yang melengkung akan diperbaiki.

“Kami ucapkan terima kasih atas saran yang diberikan dan tentunya menjadi evaluasi dalam pembangunan mendatang. Perlu diketahui, kami melaksanakan pengerjaan sesuai aturan yang ada,” ucapnya.

Direktur RSUD Waled, Budi Sonjaya menambahkan, dr. H Budi Setiawan Soenjaya menambahkan, pihaknya terus berupaya maksimal dalam meminimalisir dampak buruk pembangunan IGD tersebut. Salah satunya, dengan terus komunikasi dengan konsultan.

“Setiap laporan yang masuk mengenai pembangunan IGD langsung ditindak lanjuti, dengan komunikasi melalui konsultan. Hal ini bertujuan, agar pembangunan tersebut sesuai RAB,” imbuhnya

Sumber : Kabar Cirebon

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.