banner 728x90

DPRD Minta Bupati Turun Tangan Soal Potongan Insentif Nakes

KAB. CIREBON, (FC).- Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Siska Karina meminta supaya persoalan dugaan pemotongan insentif tenaga kesehatan (Nakes) segera diselesaikan Pemkab Cirebon. Untuk itu, Siska meminta Bupati Cirebon, secepatnya turun tangan. Hal itu agar persoalannya menjadi jelas dan tidak terus menjadi opini publik. Imron juga diminta untuk segera memanggil mantan Kepala Dinas Kesehatan, Enny Suhaeni, Kepala Dinas Kesehatan sekarang serta perwakilan Nakes.

“Ini kan terus bergulir menjadi opini publik. Harusnya bupati segera mengambil tindakan cepat. Duduk bareng supaya persoalannya bisa cepat selesai. Ini kan terlunta-lunta kesannya,” kata Siska, Senin (17/1).

Menurutnya, persoalan tersebut bukanlah persoalan kecil.  Masalahnya, tidak mungkin Nakes bergejolak kalau tidak ada masalah yang krusial. Dirinyapun sempat mendengar di salah satu puskesmas tentang dugaan pemotongan insentif mereka. Infonya, Nakes yang sudah mendapatkan insentif, justru diminta untuk mentransfer kembali ke rekening kepala puskesmas (Kapus,-red). Setelah terkumpul, diduga uang tersebut dibagikan rata kepada pegawai puskesmas yang notabene mereka tidak menangani masalah Covid. “Saya mendengar itu. Kalau berita itu hoax, mana berani mereka menyebarkan isu seperti itu. Kalau memang benar, Kapusnya harus segera diberi tindakan tegas. Kalau perlu pecat saja kapusnya,” ungkapnya.Namun Siska juga mengaku pernah mendatangi beberapa puskesmas. Saat itu kapusnya malah sudah membuat surat pernyataan, bahwa mereka tidak terlibat dalam urusan tersebut. Masalah uang yang diterima setiap Nakes, Kapus-kapus tersebut mengaku tidak tahu menahu, termasuk apakah Nakes yang menerima insentif itu mau berbagi atau tidak. “Pernah ada surat pernyataan seperti itu. Katanya sih, kalau uang sudah diterima Nakes, mereka mau berbagi dengan kawannya atau tidak, itu bukan ranah Kapus. Tapi ini kan menjadi bola liar yang harus segera ditindaklanjuti Bupati,” jelasnya.

Sementara itu, mantan Kadinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni menjamin tidak ada pemotongan intensif Nakes yang menangani masalah Covid. Meskipun masalah tersebut memang ada pada saat dirinya menjabat, namun semuanya sudah sesuai dengan prosedur. Semua insentif Nakes, langsung ditransfer ke penerima. Terkait ada pegawai puskesmas yang menerima meskipun tidak menangani covid, Enny mengaku tidak paham masalah tersebut.

“Memang ada SK Nakes untuk menangani Covid. Kami sudah by name by address. Tapi kalau dugaan ada pemotongan, siapa yang motong. Toh uang masuk langsung ke rekening yang punya SK. Kalau ada pembagian di bawah, mungkin itu karena banyak juga tenaga nakes yang tidak punya SK, tapi ikut andil menangani Covid,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, para Nakes di Kabupaten Cirebon mengeluh. Sebab, mereka hanya menerima honor Rp300 ribu dari yang seharusnya didapat sebesar Rp1,4 juta. Diduga ada pemotongan honor dari oknum sebesar Rp1,1 juta. Saat ini, Nakes masih menunggu tindakan apa yang akan diambil oleh Bupati Cirebon, H Imron. Bupati Cirebon sendiri, sampai saat ini masih meminta dinas terkait untuk mengumpulkan data se-valid mungkin.

Bupati Cirebon, Imron saat dikonfirmasi mengenai hal itu mengaku kaget. Ia pun geram dan meminta data, siapa oknum yang dimaksud. Pria yang akrab disapa Kang Imron itu, mengaku akan langsung turun. Mengkroscek ke dinas terkait, yakni Dinas Kesehatan.

 “Yang motong siapa? Kalau memang benar, nanti saya tanyakan ke Dinkes,” ancam Imron.

 Imron pun meminta, kalau bisa hasil temuan itu dilaporkan. Lengkap dengan datanya. Berapa potongan yang dilakukan. Siapa pemotongnya dan yang diterima nakesnya berapa. Dirinya sangat menbutuhkan data tersebut, supaya tidak ada kesimpang siuran informasi. Imron mengaku, sampai saat ini belum tahu, berapa sebenarnya honor yang diterima. “Saya tidak akan gegabah memberikan tindakan. Apakah ada aturannya atau tidak. Kalau ada sih, ya tidak masalah. Kalau tidak ada aturan tapi dilakukan pemotongan, buat apa uangnya itu. Saya akan cari tahu dulu. Apa duduk persoalannya,” ungkap Imron.

Sumber: Fajar Cirebon

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.