banner 728x90

DPRD Kabupaten Cirebon Minta Disnakertrans Data “Pahlawan Devisa”

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon meminta agar Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat mendata para “pahlawan devisa” atau para tenaga migran Indonesia (PMI).

Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Aan Setiawan menjelaskan, tingkat pengangguran di Kabupaten Cirebon masih tinggi. Berbagai upaya harus dilakukan, untuk terus menekannya. Salah satunya mendatangkan investor untuk menanamkan modalnya, berinvestasi di Cirebon.

Tak hanya itu, penyaluran PMI pun menjadi salah satu solusi yang harus diambil pemerintah. Pasalnya, disamping sebagai upaya mengurangi angka pengangguran, juga antusias masyarakatnya masih terbilang tinggi.

Kendati demikian, munculnya pandemi Covid-19, menjadi fenomena yang tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya, sudah mengubah tatanan. Termasuk angka pengangguran. Harusnya, kata Aan, Disnakertrans memiliki data pasti, berapa jumlah pengangguran riil saat ini, termasuk PMI yang diberangkatkan.

“Tolong Kepala Disnakertrans mencatat semua warga Kabupaten Cirebon yang berangkat keluar negeri. Ini supaya data pengangguran di Kabupaten kita, jelas. Bagaimanapun mereka adalah ‘pahlawan devisa’ Kabupaten Cirebon,” kata Aan, belum lama ini.

Politisi PDI Perjuangan itu pun mengingatkan agar PMI yang sudah diberangkatkan itu, bisa tetap menjaga nama baik daerah, bangsa dan keluarga. Bekerja secara profesional dan tetap fokus pada tujuan. Demi meningkatkan tarap perekonomian keluarga.

Sementara itu, Bupati Cirebon, H Imron menegaskan, Cirebon memiliki “pahlawan devisa” yang cukup banyak. Setiap tahunnya selalu ada yang diberangkatkan. Sejalan dengan tingginya minat masyarakat. Imron pun meminta PMI asal Cirebon tetap menjaga nama baik daerah.

“Mereka merupakan ‘pahlawan ‘devisa. Tolong jaga nama baik Kabupaten Cirebon dan nama baik negara,” kata Imron.

Tak hanya itu, Imron pun mengingatkan agar gaji yang diterima PMI nanti, dikelola dengan baik. Tidak dihambur-hamburkan sembarangan. Jangan sampai lupa daratan. Pasalnya, menghambur-hamburkan materi kerap kali terjadi ketika materi berlebih. Sudah menjadi tabiat manusia. Makanya, kata Imron, PMI asal Cirebon ini harus bisa mengatasinya. “Supaya bisa dipakai sebagai modal usaha saat selesai bekerja nanti,” kata Imron.(Ismail

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply