banner 728x90

Disdukcapil Akan Prioritaskan Pembuat e-KTP Baru

Tujuh juta blanko telah disiapkan Kementerian Dalam Negeri untuk menyuplai ketersediaan blanko di seluruh daerah Indonesia. Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Cirebon Suyatno mengatakan, pihaknya segera jemput bola ke Kemendagri untuk mengecek informasi tersebut.

Saat ini, ketersediaan blanko di Kabupaten Cirebon hanya tinggal 9.000 saja, di sisi lain para pemohon Kartu Tanda Penduduk mencapai 600-800 orang/hari yang datang langsung ke kantor Disdukcapil.

“Sistemnya daerah memang harus jemput bola ke Kemendagri, kalau betul sudah ada 7 juta blanko yang tersedia di Kemendagri ya kita bersyukur, berarti ketersediaan blanko di Kabupaten Cirebon akan turut bertambah,” kata Suyatno, Jumat (13/10/2017).

Menurutnya, meski ketersediaan blanko di Kabupaten Cirebon hanya 9.000, namun semua pemohon akan dilayani. “Yang prioritas memang mereka yang benar-benar baru membuat KTP, sementara yang KTP-nya rusak itu tidak masuk dalam daftar prioritas, namun tetap saja kalau ada permintaan maka kita akan layani,” katanya.

Suyatno menambahkan, bagi warga Kabupaten Cirebon yang sudah masuk usia 17 tahun namun belum memiliki KTP, sementara warga tersebut harus ikut memilih dalam pemilihan kuwu serentak pada 29 Oktober mendatang, maka warga tersebut bisa meminta surat keterangan ke kantor kecamatan setempat atau langsung ke Disdukcapil.

“Kalau rumahnya jauh dari kantor Disdukcapil ya silakan minta surat keterangan ke kantor kecamatan setempat, karena di kantor kecamatan pun disediakan surat keterangan. Jadi, kalau ada warga yang sudah masuk usia 17 tahun tapi belum punya KTP dan harus memilih, maka silakan datang ke kantor kecamatan masing-masing,” ujarnya.

 

Tinggal 1,48 persen

Sementara itu, hingga September 2017, perekaman bagi warga yang wajib memiliki KTP  mencapai 98,48 persen, sehingga sisanya hanya tinggal 1, 48 persen.

“Yang wajib memiliki KTP itu sebanyak 1.537.456 orang, sementara yang sudah perekaman ada 1.512.913 orang, jadi hanya tinggal 1,48 persen saja yang belum melakukan perekaman, artinya hanya tinggal sedikit. Sejauh ini tingkat kesadaran warga makin tinggi, dan kamipun terus jemput bola ke desa-desa untuk menyediakan pelayanan perekaman bagi warga,” katanya.

Suyatno menambahkan, diharapkan dalam waktu dekat ini warga yang belum melakukan perekaman bisa melakukannya.

“Tapi kalau 100 persen perekaman dihabiskan ya tidak bisa, karena usia seseorang akan terus bertambah. Warga yang tadinya belum berusia 17 tahun kemudian menjadi 17 tahun juga kan banyak, ini terus bertambah,” ujar Suyatno.

Sumber: kabar cirebon

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.