banner 728x90

Dewan Gali Potensi Ekonomi Losari

Sektor pertanian khususnya padi, menjadi salah satu potensi perekonomian Kabupaten Cirebon, akan tetapi dimulai sejak proses tanam hingga penjualan gabah begitu banyak persoalan, hal itu menjadi dasar DPRD Kabupaten Cirebon untuk memetakan wilayah, memperbaiki proses lahan dan tanam serta distribusi penjualan, hal itu terungkap saat digelar wawasan kebangsaan di kantor Kecamatan Losari, Selasa (5/4).

Perwakilan DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi PKB, H Darusa dihadapan para kuwu dan pengelola BUMDes se-Kecamatan Losari mengungkapkan, sektor pertanian menjadi perekonomian Kabupaten Cirebon yang masih diandalkan, akan tetapi sejak proses awal seperti kelangkaan pupuk, infrastruktur irigasi, jalan akses pertanian, bibit, obat-obatan dan lainnya para petani sudah direpotkan, bahkan saat panen penjualan gabahnya pun juga sangat direpotkan dengan harga yang begitu anjlok, untuk gabah basah Rp3.800 per kilogram dan gabah kering Rp4.400 per kilogram.

 “Kami selaku wakil rakyat hanya bisa mendorong kepada pihak-pihak terkait untuk dapat menyelesaikan persoalan yang dihadapai petani dari mulai proses tanam hingga proses penjualan hasil panen,” terangnya.

Dijelaskan Darusa, saat ini yang dinilai paling efektif untuk menampung hasil panen para petani adalah Bulog, akan tetapi saat ini kondisi penerimaan gabah petani ke bulog programnya sedang terhenti, dirinya belum mengetahui secara pasti penyebab terhentinya program tersebut, pihaknya pernah mendatangi bulog untuk mempertanyakan kondisi tersebut, namun jawaban yang diterima begitu mencengangkan karena penyerapan gabah dari petani dari sejak tahun 2019 sampai 2021 masih belum bisa dijual, hal itu akhirnya Pemkab mencoba melakukan pembelian gabah dan lagi-lagi sampai saat ini gabah masih menumpuk.

“Kami selaku wakil rakyat hanya bisa berharap kepada para petani untuk bersabar ataa kondisi ini, jangan sampai petani hengkang untuk menanam padi, kita masih menunggu upaya bagaimana menanggulangi persoalan ini,” ungkap Darusa.

Lebih lanjut Darusa juga mengungkapkan, pada tahun sebelumnya, pemerintah meluncurkan program ketahanan pangan, di mana semua sektor termasuk TNI dan Polri bersama bagaimana ketersediaan pangan dipastikan terpenuhi,  bahkan ada saber pangan juga.

Saat itu antara bulan Januari dan Februari di mana berlangsungnya panen raya di pulau Jawa Bulog menampung hasil panen, kemudian di bulan Maret gabah yang dibeli Bulog didistribusikan ke luar Pulau Jawa, sehingga semua bisa aman.

“Solusi atas masalah ini mungkin kita akan mengupayakan kembali seperti dulu, karena dengan seperti itu harga gabah akan bisa stabil,” harap Darusa. (Nawawi)

Sumber : Fajar Cirebon

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply