banner 728x90

Cirebon Perketat Pemeriksaan Sapi Kiriman

23 Januari 2017, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon memperketat dan mengintensifkan pemeriksaan kesehatan terhadap sapi kiriman dari daerah lain. Pengetatan dilakukan sebagai salah satu upaya antisipasi terhadap penyakit antraks yang bisa menular kepada manusia.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Ali Efendi, pengetatan pemeriksaan kesehatan dilakukan karena konsumsi daging warga Kabupaten Cirebon, 80 persen masih bergantung pasokan sapi dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Sudah sejak sepekan lalu, kami sudah melayangkan surat edaran ke setiap unit pelaksana teknis, terkait peternakan seperti rumah potong hewan (RPH) dan pasar hewan yang ada di seluruh Kabupaten Cirebon,” kata Ali Kamis, 26 Januari 2017.

Surat tersebut berisi peringatan agar setiap penerimaan hewan, terutama sapi dari daerah lain, harus dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

Dikatakan Ali, wilayah Kabupaten Cirebon sudah sejak lama bebas dari antraks. Namun dengan mulai merebaknya kembali penyakit antraks di wilayah lain, kewaspadaan tetap harus dilakukan.

Setiap pengiriman hewan, lanjut Ali, harus memiliki SKKH. Apalagi sekarang dengan ditemukannya kembali kasus antraks di Yogyakarta, diperketat lagi. “Kalau tidak dilengkapi dengan SKKH, sapi itu tidak boleh diterima,” tegas Ali.

Sebenarnya, kata Ali, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemerintah Provinsi Jabar sudah memiliki Instalasi Cek Poin di daerah Losari, Kabupaten Cirebon. Setiap hewan yang berasal dari daerah lain yang memasuki wilayah Losari, akan diperiksa kesehatan maupun surat pengantar tersebut akan diperiksa di cek poin, yang ada di daerah perbatasan Jateng-Jabar tersebut.

“Sekarang kan sudah ada jalan tol yang menyambung dari Jateng ke Jabar. Kami mengantisipasi, pengangkutan hewan yang tidak melewati Cek Poin Losar,” kata Ali. Karenanya surat edaran tersebut dikirimkan untuk mengantisipasi lolosnya hewan dari cek poin Losari.

“Makanya di setiap RPH pun kami siapkan dokter hewan, yang akan mengecek kesehatan hewan sebelum dipotong,” kata Ali.

Sumber: Pikiran Rakyat

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.