banner 728x90

Cirebon Krisis Cetak E-KTP hingga 2018, Ini Sebabnya

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon memprediksi, krisis KTP elektroni atau E-KTP tidak bisa selesai tahun 2017. Krisis bisa terjadi hingga 2018 mendatang.

Krisis tersebut karena kelangkaan blangko beberapa bulan yang lalu. Dan, itu tidak bisa diatasi karena jumlah warga yang ingin mencetak E-KTP cukup tinggi.

Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil pada Disdukcapil Kabupaten Cirebon, Suyatno mengatakan, masih pesimis krisis E-KTP selesai akhir tahun 2017. “Kalau sampai akhir tahun krisis ini selesai, rasanya sulit,” ujarnya.

“Yang ingin cetak KTP sangat banyak, belum lagi persediaan blangko tidak menentu. Kita masih menunggu kiriman blangko tersebut dari Kemendagri,” terangnya.

Suyatno mengungkapkan, jumlah warga yang menunggu KTP-nya bisa dicetak hampir 300 ribu jiwa. “Pendaftar baru yang belum memiliki KTP mencapai 114 ribu orang. Sedangkan kalau yang ingin pergantian KTP rusak atau hilang, mencapai antara 250 ribu hingga 300 ribu orang,” ungkapnya.

Pihaknya sangat terbatas melakukan pencetakan E-KTP. “Kita setiap hari itu mencetak KTP maksimal sekitar 500 per hari. Sedangkan dalam satu bulan kita bisa cetak sekitar 10 ribu KTP. Angka ini jauh dari jumlah warga yang ingin cetak KTP, yakni 300 ribu orang,” tuturnya.

Ada lagi kendala yang dihadapi. Yakni, gangguan server. “Butuh waktu dalam menunggu kiriman blangko. Belum lagi ketika dapat kiriman blangko tidak sesuai dengan kebutuhan,” keluhnya.

Selama mulai normalnya pasokan blangko, pihaknya sudah mencetak sekitar 40 ribu KTP. “40 ribu itu tidak sekaligus. Bertahap, 10 ribu dulu, karena memang pasokan blangko kita dapatnya sedikit,” jelasnya.

Sumber: Radar Cirebon

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.