banner 728x90

Bikin Banjir, Sungai Ciberes Cirebon Segera Dinormalisasi

Banjir yang menerjang wilayah Timur Cirebon akibat pendangkalan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciberes tidak akan lama lagi akan dinormalisasi. 

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Hermanto melalui keterangan tertulisnya pada Kantor Berita RMOLJabar, Minggu (23/1). 

Politisi Nasdem itu memastikan, pada 2022 ini terdapat bantuan anggaran dari APBD untuk menormalisasi DAS Ciberes di wilayah Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon. 

“Walaupun secara kewenangan untuk normalisasi sungai berada pada Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS Cimancis)” singkatnya.

Saat dikonfirmasi Kantor Berita RMOLJabar tentang kewenangan normalisasi Sungai Ciberes, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS Cimancis), Ismail Widadi mengatakan, masalah sungai bukan seperti bagi-bagi kapling melainkan sinergi. 

“Secara de jure, BBWS punya wewenang atas nama negara. Namun secara, de facto, sungai bagian administratif Pemda,” kata Ismail.

Ia pun menyinggung kendala yang dihadapi oleh BBWS Cimancis dalam melakukan normalisasi Sungai Ciberes, masyarakat yang mengeksploitasi DAS Ciberes sampai sedemikian rupa. 

“Kalau BBWS tidak dibekali anggaran untuk berbuat, BBWS sulit berbuat banyak. Pasalnya, BBWS hanya punya alat berat, mestinya Pemda bisa tertibkan masyarakat. Pemda bisa siapkan lahan. Berbuat di sungai, tidak tiba-tiba alat muncul di sungai,” ujarnya. 

Ismail mengatakan, untuk melakukan normal Sungai Ciberes perlu jalan masuk, perlu lahan buangan material, seperti tanah sedimen.

“Ini jarang terekpos, ketika alat berat ditolak masuk. Masyarakat menolak adanya tanah sedimen yang bau,” ungkap Kepala BBWS Cimancis tersebut. 

“Bila Pemda punya anggaran untuk berbuat lebih di Sungai Ciberes, malah lebih baik. Tinggal BBWS dampingi teknisnya,” tutupnya. 

Dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, ratusan rumah warga di Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon terendam banjir sejak Jumat malam (21/1).

Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir dengan tinggi muka air 20 sampai 150 sentimeter merendam tiga desa di kecamatan, yakni Desa Ciuyah, Gunung Sari, dan Mekarsari. “Banjir merendam 964 rumah dan terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi. Akibatnya Sungai Ciberes dan beberapa wilayah irigasi meluap,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply