banner 728x90

Badan Anggaran Beri Kesempatan Luas Pada Diknas

Pemerinth memberikan keleluasan anggaran untuk pendidikan. Badan Anggaran DPRD Kabupaten Cirebon memberikan kesempatan yang luas kepada Dinas Pendidikan untuk mengajukan Anggaran untuk perbaikan bidang pendidikan.

Demikian salah satu kesimpulan dalam Kunjungan Kerja Komisi IV ke Koordinator Wilayah Kecamatan Palimanan, Jum’at (15/11).

“Melihat banyaknya sekolah yang rusak hingga ruang kelas tidak bisa dipergunakan karena roboh atau sebagainya, agar Sekolah bisa menyusun dapodik dengan sebenarnya, sehingga pusat akan bisa mempertimbangkan apabila ada Sekolah yang sangat memerlukan bantuan” ungkap Ketua Komisi IV, Drs.H Rasida Edi Priatna,MM.

Dikatakan Rasida, Peraturan Daerah tentang guru pengganti atau guru honorer sudah disahkan oleh DPRD tinggal menunggu Peraturan Bupati saja, dalam hal ini diperlukan draft dari Dinas Pendidikan untuk pembentukan Perbup ini.

“Kami harapkan dari PGRI dan MMKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) memberikan masukan dalam penyusunan Perbup tersebut” kata Rasida.

Dalam Pertersebut terdapat pasal yang menyebutkan bahwa honor guru pengganti atau guru honorer ditanggung Pemerintah Daerah, bahkan kedepan ada rencana honor guru pengganti akan di tanggung oleh Pemerintah Pusat.

Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H.Amin mengatakan, banyak kejadian di dunia pendidikan yang menyita perhatian kita, sepereti ada Sekolah yang terbakar, bahkan kejadian yang terjadi beberapa waktu kemarin adlah yang terjadi beberapa waktu kemarin adalah robohnya atap ruang kelas di SMPN 2 Plumbon.

“Kejadian ini sebenarnya mengingatkan kita semua untu bisa menjaga Sekolah kita. Kalau cuma genting kelas yang bocor, seharusnya Sekolah bisa memperbaiki sendiri tidak mesti menunggu bantuan dari Dinas,” tandas Amin.

Amin mengingatkan, jangan sampai karena ada bantuan dari Dinas kemudian dibiarkan saja, yang akhirnya dari genting yang bocor karena dibiarkan saja bisa membuat kayu atap jadi keropos hingga bisa menyebabkan atap roboh.

Anggota Komisi IV, Hj.Nana kencanawati,S.Pd mengatakan, kualitas pendidikan adalah suatu yang sangat penting, dalam pembangunan SDM kualitas pendidikan adalah hal yang paling utama.

Pada saat PPDB timbul permasalahan ketika sistem zonasi diberlakukan, padahal sistem zonasi memiliki tujuan yang baik diantaranya untuk memberikan pemerataan pendidikan, sehingga para calon siswa tidak hanya bertumpu pada satu Sekolah yang menjadi favorit saja.

“Dengan sistem zonasi tiap sekolah bisa memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan siswa berprestasi, yang pada akhirnya semua sekolah bisa sama-sama meningkatkan prestasi akademiknya” papar Kencanawati.
Sementara itu, anggota Komisi IV H.Mahmudi menilai, kualitas dari suatu Sekolah tidak hanya dilihat dari fasilitas yang dimiliki oleh sekolah saja, melainkan dari Pretasi dan cara pengajaran para gurunya.

“Jaman sekarang kadang guru kurang meperhatikan hal-hal kecil yang bisa mengajarkan kepada para siswa tentang disiplin,contohnya pada jaman dulu guru sangat galak ketika ada murid yang kuku tanganya panjang-panjang” kata Mahmudi.

Di Sekolah, sambung Mahmudi, guru juga harus bisa memberikan contoh tingkah laku yang baik, jadi pelajaran akhlak itu bukan hanya tugas dari guru pendidikan agama tapi semua guru, diantaranya paraguru harus bisa memberikan contoh yang baik, semisal dengan tidak merokok dilingkungan sekolah bahkan para guru main handphone saja bisa menjadikan contoh yang kurang baik bagi para siswa.**

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.